Revolusi Tontonan & Media

Revolusi Tontonan & Media

Menyoal #BoikotMetroTV dan Literasi #Media

Saya setuju bahwa yang disebut melek media (media literacy) itu bukan sebatas tahu atau paham kecenderungan media tertentu. Misalnya, sebatas tahu Republika itu Islam, Kompas itu Katolik. Orang yang melek media itu adalah orang yang mampu memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi pencitraan media.

Sekali lagi saya setuju, soal media itu adalah soal keberpihakan. Berpihak pada ideologi tertentu. No neutrality in media. Karena itu saya setuju bahwa aksi boikot TV yang sedang trending ini harus ditopang oleh umat yang melek media bukan karena sekedar pemiliknya Taipan, atau karena liberal. Tapi umat melek karena pemberitaannya sudah memerangi ideologi Islam.

Karena itu literasi media pada masyarakat juga harus dibarengi peran negara, dengan menyaring informasi rusak yang membahayakan nilai dan ideologi negara, jangan diserahkan begitu saja ke individu-individu audiens yang menonton berita.

Sangat tidak fair. Negara lepas tangan pada : Korporasi media vs individuals tanpa perlindungan Negara

Di sisi lain ada konteks lain yang lebih luas yang juga perlu ditangkap bahwa isu viral soal boikot salah satu TV berita di negeri ini bukan lagi sebatas soal umat melek atau tidak.

Penyesatan opini yang dilakukan oleh media sekuler liberal ini sudah dalam tahap kemungkaran ilmu, kemungkaran opini yang mengecilkan harga diri umat bahkan memfasilitasi penghinaan terhadap ISLAM.

Ini mengakumulasi pada sikap umat yang sudah muak dengan berbagai label dan cap keji penuh nista terhadap Islam. Ini soal harga diri dan perlawanan terhadap kemungkaran….

Bukankah media dalam Islam juga tidak netral? Ya betul. Karena media digunakan untuk melayani #ideologi Islam dan melindungi warga negara dengan memfilter pemikiran rusak, program TV yang membodohi umat, dan berbagai jenis kemungkaran lainnya.

Bagaimana sebenarnya Politik Media #Khilafah?

Media massa (wasâ’il al-i’lâm) bagi negara Khilafah dan kepentingan dakwah Islam mempunyai fungsi strategis, yaitu melayani ideologi Islam (khidmat al-mabda’ al-islâmi) baik di dalam maupun di luar negeri (Sya’rawi, 1992: 140).

°Di dalam negeri, media massa berfungsi untuk membangun masyarakat islami yang kokoh. Di luar negeri, ia berfungsi untuk menyebarkan Islam, baik dalam suasana perang maupun damai, untuk menunjukkan keagungan ideologi Islam sekaligus membongkar kebobrokan ideologi kufur buatan manusia. (Masyru’ Dustur Dawlah al-Khilâfah, pasal 103).

Jadi? Ini persoalannya adalah melawan kemungkaran ilmu dan penyesatan opini. Bukan sekedar literasi media. Ini adalah dakwah : kewajiban setiap mukmin yang berilmu.

Saudarimu fillah
Fika Komara

Categories