Serangan Rusia untuk Pasukan Oposisi bukan ISIS

kapal-perang-rusia

Serangan Rusia untuk Pasukan Oposisi bukan ISIS

Mustanir.com – Pejabat Amerika Serikat menuduh lebih dari 90 persen serangan udara Rusia di dalam wilayah Suriah, telah mengenai pasukan oposisi dan bukan ISIS atau Alqaidah.

“Sebagian besar mereka melawan kelompok oposisi yang ingin masa depan lebih baik bagi Suriah, dan tidak ingin melihat rezim Assad tinggal dan berkuasa,” kata John Kirby, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, seperti dilansir Anadolu Agency.

Kirby mencatat tindakan Rusia di Suriah sebagai reaksi besar tekanan internasional kepada Bashar Assad. “Ini adalah taktik gagal yang diambil untuk menjaga dia (Assad) tetap berkuasa, bahkan jika itu karena Anda ingin mendapatkan kesepakatan bersama, menopang dia untuk memperpanjang konflik,” ujar Kirby.

Kirby menegaskan situasi di Suriah tidak akan berubah jika Assad tetap tinggal, berkuasa dan mendapat dukungan dari Rusia. Menurut Kirby, kegiatan Rusia saat ini di kawasan tersebut sebagai kesalahan dan tidak baik untuk masa depan Suriah.

Kondisi ini terjadi tidak lama setelah Presiden Barack Obama dan Presiden Valdimir Putin bertemu di New York pekan lalu. Pada pertemuan itu, mereka malah mengumumkan kedua negara akan membuka jalur komunikasi untuk melaksanakan operasi udara di Suriah.

Sehari setelah pertemuan itu, pesawat tempur Rusia mulai melancarkan serangan ke dalam wilayah Suriah. “AS terus menunggu Rusia untuk memberikan tanggapan resmi atas presentasi yang dibuat pekan lalu, untuk membangun beberapa upaya de-confliction dasar,” tukas juru bicara Gedung Putih Josh Earnest. (rol/adj)

Komentar Mustanir.com

Melihat kedekatan Bashar Assa dan Putin tentu kita memahami bahwa mereka memiliki kepentingan yang sama. Kepentingan Rusia di Suriah memang tidak lain tidak bukan adalah untuk menyerang pasukan koalisi yang dianggap mengganggu pemerintahan Bashar Assad. Rusia jelas ingin menanamkan pengaruhnya di Timur Tengah, juga sebagai pencegahan revolusi Islam di Suriah.

Tidak hanya Rusia yang sedang mencoba mencegah revolusi Islam di Suriah, tetapi juga Amerika dan pasukan Sekutu. Maka dari itu, bisa kita pahami mengapa operasi penurunan Bashar Assad menjadi sangat lama dan berbelit-belit. Amerika sedang mencari boneka yang tepat untuk menggantikan Bashar Assad dan Rusia membantu agar Assad yang lebih dekat kepada kepentingan Rusia, mencegah terjadinya kudeta terhadap Bashar Assad.

Categories