Serangan Udara Malam Hari Tewaskan 19 Warga Sipil Suriah

Perempuan dan anak-anak terlihat di luar tenda di kamp Furat (Efrat) untuk orang-orang yang kehilangan tempat tinggal dari Deir Ezzor, sebelah utara kota Kafr Dariyan di provinsi utara Idlib, Suriah. Foto diambil pada 27 November 2017. foto: kompas


MUSTANIR.COM, DAMASKUS — Sebuah serangan udara yang dilancarkan pada Selasa (19/12/2017) malam menyasar kawasan perumahan warga, menewaskan setidaknya 19 orang. Tujuh di antaranya anak-anak.

Serangan itu menghantam perumahan di kota Maarshurin, sebuah kota yang dikuasai pemberontak di provinsi Idlib.

” Serangan udara diduga dilakukan Rusia, menyasar sejumlah rumah tinggal di Maarshurin,” kata Ketua Pengawasan Hak Asasi Manusia untuk Suriah, Rami Abdel Rahman dilansir AFP, Rabu (20/12/2017).

Pasca-serangan warga bergotong-royong membersihkan sisa reruntuhan bangunan yang hancur.

“Semua yang terkena serangan adalah perumahan warga sipil,” kata salah satu warga Zahed Abu Abdo.

Laporan dari lembaga pengawas menyebut lebih dari 25 orang luka-luka, dengan beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Pengamat perang yang berbasis di Inggris dengan mengandalkan jaringan sumber di dalam Suriah mengumpulkan informasi terkait jenis pesawat, lokasi, pola penerbangan hingga amunisi yang digunakan dalam serangan.

Dikatakannya, serangan kemungkinan dilakukan angkatan udara Rusia yang telah mendukung pemerintahan Presiden Bashar al-Assad sejak 2015.

Namun Rusia, melalui Kementerian Pertahanan, dilansir kantor berita Interfax, langsung membantah.

Mereka mengatakan, pesawat Rusia tidak melakukan serangan di kawasan tersebut.
Provinsi Idlib termasuk dalam empat wilayah di Suriah yang seharusnya merupakan daerah aman berdasarkan kesepakatan antara Rusia, rezim sekutu Iran, dan pendukung pemberontak Turki pada Mei lalu. (kompas.com/21/12/17)

Categories