Setelah Dibombardir Akhirnya Houthi Ajukan Perundingan Damai

A Yemeni man, background, uses his mobile to take photos of Shiite rebels, known as Houthis, holding up their weapons during a demonstration against an arms embargo imposed by the U.N. Security Council on Houthi leaders, in Sanaa, Yemen, Thursday, April 16, 2015. Al-Qaida’s branch in Yemen seized Thursday control of a major airport and sea port and oil terminal in southern Yemen, consolidating their hold of the country’s largest province amid wider chaos that is pitting Shiite rebels against forces loyal to the country’s exiled president and a Saudi-led air campaign.(AP Photo/Hani Mohammed)
Setelah Dibombardir Akhirnya Houthi Ajukan Perundingan Damai

Setelah Dibombardir Akhirnya Houthi Ajukan Perundingan Damai

Mustanir.com – Seorang pejabat senior dari kelompok Houthi mengatakan bahwa kelompok mereka akan menghadiri pembicaraan damai yang didukung PBB di Jenewa yang direncanakan berlangsung tanggal 14 Juni mendatang tanpa prasyarat.

“Kelompok kami akan berpartisipasi dalam pembicaraan Jenewa dan mendukung tanpa prasyarat upaya PBB untuk mengatur dialog Yaman-Yaman,” Daifallah al-Shami, seorang pejabat senior Houthi, mengatakan kepada Reuters, Kamis (04/06/2015).

Koalisi negara-negara Arab telah membombardir pasukan Syiah Houthi, faksi terkuat dalam perang Yaman, selama lebih dari dua bulan untuk mendukung pasukan bersenjata yang loyal kepada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi untuk membawa pemimpin yang diasingkan, yang saat ini berbasis di Arab Saudi, kembali berkuasa. (muslimdaily/adj)

Arab Saudi katakan serangan Syi’ah Houtsi di perbatasan berhasil digagalkan

Arab Saudi mengatakan bahwa mereka telah berhasil mencegah serangan oleh milisi yang bersekutu dengan Syi’ah Houtsi di provinsi Jizan yang berbatasan dengan Yaman, menurut laporan media pemerintah Saudi.

Puluhan orang bersenjata, diyakini anggota Garda Republik, unit militer yang loyal terhadap mantan diktator Yaman Ali Abdullah Saleh, tewas dalam serangan gagal pada Jum’at (5/6/2015) yang menurut sumber keamanan Saudi adalah korban tewas
terbesar sejak konflik di negara tetangga dimulai, seperti dilansir Al Jazeera.

Angkatan bersejata Saudi mengatakan salah satu tentara mereka tewas karena luka yang diderita dalam serangan itu.

Seorang juru bicara untuk Garda Nasional Saudi, Kapten Nasser bin Khaled al-Atawi tewas di Najran, tanpa menyebutkan penyebabnya.

Insiden ini diyakini telah dimulai ketika pasukan Houtsi dan unit tentara yang setia kepada Saleh berusaha untuk menyusup ke perbatasan di Al Khouba.

Milisi tersebut meluncurkan sejumlah serangan roket ke posisi militer Saudi sebelum tentara Saudi membalas dengan tembakan meriam dan dukungan dari helikopter Apache.

Bala bantuan milisi Syi’ah Houtsi yang masih berada di wilayah Yaman juga menjadi sasaran selama pembalasan.

Televisi Al-Masirah yang menjadi pendukung Syi’ah Houtsi menayangkan video yang menunjukkan militan bergerak menuju menara pengawas Saudi dan menembakkan roket.

Perkembangan pada Jum’at (5/6) terjadi sehari setelah Houtsi, sekutu Iran, mengklaim setuju untuk melakukan pembicaraan damai yang didukung PBB di Jenewa yang rencananya akan dilaksanakan pada 14 Juni mendatang. (arrahmah/adj)

Categories