
Sistem Hukum Barat Menjadikan Umat Islam bagai Tubuh yang Sakit
MUSTANIR.net – Dalam International Muslim Lawyers Conference (IMLC) bertema ‘Invasion of Western Law in Muslim Countries’ pada Sabtu (25-11-2023), lawyer dari Belgia, Muhammed Yâsin mengatakan, sistem hukum Barat menjadikan umat Islam bagai tubuh yang sakit.
Siapa pun yang mempelajari sejarah peradaban, khususnya perkembangan dan kemundurannya, akan mengamati bahwa banyak kerusakan akibat invasi militer dengan senjata, serta invasi intelektual dan budaya.
Namun, invasi ide dan konsep yang diwujudkan dalam sistem politik dan hukum lebih merusak daripada kerusakan lainnya karena kerusakan yang disebabkan oleh senjata dapat diperbaiki dan disembuhkan, tetapi kerusakan yang disebabkan oleh invasi politik, hukum, dan budaya menjadi salah satu yang paling sulit untuk disembuhkan dan ditangani.
Umat Islam dan negeri-negeri Islam telah diserbu oleh peradaban Barat, gagasan-gagasannya, konsep-konsepnya, dan sistem politik hukumnya. Kita seperti tubuh yang sakit, kita berada dalam tidur kematian seolah-olah pembuluh darah kita telah disuntik dengan eksogen, zat-zat yang ada di luar tubuh, tetapi sangat memengaruhi tubuh tersebut.
Hal senada disampaikan lawyer dari Inggris, Abu Daud. Ia mengatakan, hukum buatan manusia membawa kekacauan, harus ditinggalkan.
Hukum internasional dan hukum humaniter internasional telah mengecewakan umat Islam di dunia Islam, juga di negara-negara Barat. Sistem hukum kolonial masih berkembang hingga saat ini di kalangan umat Islam, tetapi mari kita lihat kegagalan sistem hukum Inggris. Semua hukum buatan manusia, berdasarkan sifat inherennya, tidak lengkap karena berasal dari pikiran manusia.
Kekacauan yang terjadi di dunia Barat dan dunia Islam kini sudah mengharuskan ditinggalkannya sistem hukum buatan manusia di dunia Islam karena kekacauan yang melanda dunia, di Timur maupun di Barat. Kini umat Islam perlu kembali kepada hukum Allah yang dilaksanakan melalui khilafah. []
Sumber: Muslimah News
