Sosial Media, Wasilah Baru Perusak Hubungan Rumah Tangga

Ilustrasi. foto: rocketmanajemen.com

MUSTANIR.COM – Di zaman now yang serba modern ini membuat kita sulit menolak teknologi baru. Baik itu software maupun hardware, sama-sama menggiurkan bahkan hampir-hampir menjadi kebutuhan semua orang. Seperti smartphone android yang kemudian diikuti dengan adanya applikasi pendukung seperti Facebook, WhatsApp, Twitter, Instagram dll. Seandainya kita tidak memilikinya, seolah kita menjadi terasing, sulit diajak berkomunikasi.

Baru-baru ini beredar kabar tentang kasus perceraian yang dipicu oleh kecemburuan di sosial media. Seperti yang dikutip dari antaranews.com (07/07/2018) kata Panitera Pengadilan Agama Manna Sairun di Manna “Berdasarkan kasus yang kami tangani, kemajuan teknologi menyebabkan perkara perceraian dalam hubungan rumah tangga,”.

Penyebab Rusaknya Rumah Tangga

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ إِبْلِيْسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُوْلُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيْهِ مِنْهُ وَيَقُوْلُ نِعْمَ أَنْتَ

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat (setan) seperti engkau” (HR Muslim IV/2167 no 2813) (muslim.or.id, 01/05/2018).

Sejak dulu iblis dan setan akan senantiasa berlomba-lomba untuk menyesatkan keturunan nabi adam. Maka tidak terlepas dari perkembangan zaman, setan pun akan senantiasa mengikuti arus perubahan guna melancarkan serangannya.

Sosial media adalah satu dari ribuan wasilah untuk merusak hubungan yang dibangun atas dasar aqidah.

Untuk itu tidak sembarang curhat dan upload di sosmed. “Sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS an-Nisa : 34)

Seorang istri sepatutnya menjaga aib suaminya. Pun sebaliknya, tidak perlu masalah rumah tangga di umbar sampai ke sosial media. Pengibaratan sosial media sama seperti ketika kita keluar dari rumah, bertemu khalayak umum, dilihat dan didengarkan.
Berhati-hatilah ketika mengupload foto diri dengan bantuan kamera canggih yang berhasil membuat kita tampak muda dan menarik. “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu …” (QS. Al-Ahzaab: 33).

Perhatikan Interaksi ketika berbalas komentar. Meski tidak bertatap muka secara langsung ketika menggunakan sosial media. Tidak kemudian membuat kita bebas berekspresi tanpa aturan ilahi. Ingatlah bahwa apa yang kita tulis, akan dimintai pertanggung jawaban. Misalnya ketika seorang laki-laki/perempuan upload foto di sosmed, tidak perlu memuji dikolom komentar. Pun tidak perlu memberikan like. Abaikan saja.

Hindari pemikiran rumput tetangga lebih hijau. Kadangkala tanpa disadari sosial media seperti iklan gratis yang terpajang setiap detiknya. Akibatnya kita sering melihat kehidupan orang lain yang kerap hadir di timeline kita. Tanpa kita sadari menimbulkan penyakit, rumputnya lebih hijau daripada milik kita.

Seharusnya kita menyadari bahwa tidak ada satupun manusia yang ingin dilihat cacatnya. Sebagian besar kita lebih menyukai memamerkan sisi baik yang kita miliki daripada sisi buruk yang sedang terjadi. Kita tidak perlu memaksakan keadaan kita harus sama dengan orang lain. Bukankah Allah memberikan semua hal pada kita sesuai porsi keimanan kita? Allah tidak akan memberikan satu cobaan diluar batas kemampuan hambanya.

Poin terpenting ketika kerusakan mulai terjadi didalam rumah tangga kita adalah karena kita sudah jauh meninggalkan islam. Sebab Qur’an adalah sumber aturan hidup manusia. Bila kita jauh, maka solusi atas masalah akan semakin jauh. Bila kita tidak mampu memahami risalah, tidak mempunyai upaya untuk mempelajarinya maka bersiaplah sosial media akan menyerang, merusak rumah tangga kita.

Untuk itu, ambillah pelajaran dari setiap perkara, hukumi dengan syariat islam. Itu lebih baik dan mendatangkan ketenangan serta keselamatan.

Didalam daulah islam, negara akan senantiasa mengingatkan penduduknya untuk senantiasa belajar islam agar diri dan keluarganya terhindar dari api neraka.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (at-Tahrîm :6)

Oleh Siti Wahyuni S.Pd, Pengajar di Home Schooling An-Nashr Ciputat

Categories