Taliban Afghanistan Umumkan Operasi Musim Semi 2015

taliban-musim-semi

Taliban Afghanistan Umumkan Operasi Musim Semi 2015

Mustanir.com – Taliban Afghanistan, Rabu (22/04), mengumumkan akan memulai operasi musim semi dengan sandi “Amaliyah Al-Azm”. Operasi ini resmi dimulai pada Jumat besok (24/04).

Dalam pernyataannya yang dinukil Al-Jazeera, Taliban menegaskan bahwa operasi Amaliyah Al-Azm ini fokus menargetkan tentara asing yang masih berada di Afghanistan. Termasuk pangkalan militer, kantor intelijen dan diplomasi asing  yang masih digunakan.

“Jika para penjajah asing ingin mengurangi ketidaknyamanannya dalam pertarungan ini, kami persilahkan pergi,” kata Taliban.

Seperti sebelumnya, tambahnya, operasi yang digulirkan setiap musim semi ini juga masih menargetkan pemerintahan di Kabul serta dinas intelijen, militer dan polisi.

Taliban juga menegaskan bahwa pejuangnya akan berusaha keras melindungi warga sipil dan barang-barang mereka. Jika salah satu pejuang Taliban melakukan kesalahan sehingga menewaskan warga sipil, kami akan menghukumnya sesuai syariat.

Taliban Afghanistan setiap datang musim semi selalu menggulirkan operasi militer baru. Musim semi menjadi musim cerah bagi Afghanistan sehingga memudahkan dalam arena pertempuran.

Pasukan asing dan pemerintah selalu menjadi target operasi. Taliban menganggap pemerintah menjadi boneka dan bekerja untuk kepentingan asing, bukan rakyat. (kiblatnet/adj)

Taliban Ingin Mengusir Pasukan Asing

Operasi dengan nama Resolusi Azm itu akan menyerang “pihak pendudukan asing,” pangkalan militer permanennya, pusat intelijen dan diplomatik, demikian diumumkan kelompok pemberontak itu dalam pernyataan yang dikirim lewat surat elektronik ke VOA.

Taliban mengatakan kementerian dalam negeri, badan intelijen dan kementerian pertahanan Afghanistan juga akan menjadi sasaran. Taliban menambahkan bahwa walaupun pasukan asing telah mengumumkan pengakhiran operasi militer di dalam Afghanistan, mereka masih menguasai masalah nasional melalui “Persetujuan Keamanan Dasar.”

Yang dimaksud kelompok militan itu adalah perjanjian keamanan yang telah ditanda-tangani Kabul dengan Amerika Serikat dan NATO untuk mengizinkan pasukan kecil kira-kira 12 ribu tentara tetap tinggal di Afghanistan setelah sebagian besar pasukan internasional ditarik bulan Desember.

“Pihak pendudukan asing masih melakukan serangan pesawat tak berawak dan operasi malam hari terhadap kaum sipil dan sama sekali menguasai komando militer dan pertempuran dan sistem pengendalian rejim heterogen berdasarkan yang disebut “Persetujuan Keamanan Dasar,” menurut pernyataan itu.

Ada kekhawatiran tahun 2015 mungkin akan menjadi musim pertempuran dengan kekerasan yang sangat tinggi.

PBB telah memperingatkan bahwa korban sipil dari pertempuran darat meningkat 8 persen dalam 3 bulan pertama tahun ini dibanding periode yang sama dalam tahun 2014. Hingga akhir Maret, katanya, 136 orang sipil telah tewas, sementara 385 orang luka-luka. (voa/adj)

Categories