Taliban Tembak Helikopter di Pakistan, Istri Dubes RI Jadi Korban

taliban-klaim-tembak-helikopter-di-pakistan-tewaskan-istri-dubes-ri-rev-1

Taliban Tembak Helikopter di Pakistan, Istri Dubes RI Jadi Korban

Hery Listyawati Burhan, istri duta besar Indonesia Burhan Muhammad, diberitakan menjadi salah satu dari 7 korban yang tewas dalam kecelakaan helikopter di Naltar, bagian utara Pakistan.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari Kementerian Luar Negeri Pakistan melalui KBRI Islamabad, pada hari ini pukul 16.46 diberitahukan atau diperoleh informasi bahwa istri Dubes RI untuk Islamabad Ibu Hery Listyawati Burhan Muhammad meninggal dunia,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. “Sementara, Dubes RI untuk Islamabad Bapak Burhan Muhammad dilaporkan selamat namun mengalami luka-luka.”

Burhan dirawat di RS Combine Military Hospital, di Gilgit.

Menurut, juru bicara militer Pakistan Asim Bajwal ada 7 korban tewas dalam kecelakaan ini.

Helikopter ini adalah bagian dari konvoi 4 helikopter yang membawa delegasi diplomat dan stafnya ke daerah Gilgit-Baltistan, yang adalah bagian dari daerah konflik Kashmir.

“Kunjungan ini merupakan familiarization trip ke daerah Gilgit Baltistan, sekaligus menghadiri peresmian proyek pariwisata,” kata Retno.

Ada 17 orang dalam helikopter yang jatuh tersebut, di mana 11 di antaranya adalah warga negara asing.

“Itu adalah perjalanan diplomatik yang membawa total 37 orang,” kata salah seorang penumpang helikopter yang tidak mau disebutkan namanya. Menurutnya, helikopter tersebut jatuh di sekolah dan menyebabkan sekolah tersebut terbakar.

“Kita diberitahu untuk mengirim ambulans sebanyak mungkin karena situasinya sangat genting,” kata seorang pejabat senior.

Penyebab jatuhnya helikopter

Asim mengatakan bahwa penyebab jatuhnya helikopter adalah masalah teknis ketika akan mendarat.

Namun demikian, kaum pemberontak Taliban mengklaim mereka menyerang helikopter tersebut dengan misil, dalam skenario untuk membunuh Perdana Menteri Nawaz Sharif.

Kelompok militan Taliban mengklaim mereka bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter yang membawa tamu asing di wilayah Gilgit-Baltistan, dekat Kashmir, Pakistan. Insiden siang tadi menyebabkan enam orang tewas (sebelumnya disebut 10), termasuk istri Duta Besar Indonesia untuk Pakistan, Hery Listyawati Burhan.

Atase Militer Indonesia KBRI Islamabad Kolonel Muhammad Said Sidik membantah klaim tersebut. “Ini bukan ditembak Taliban. Daerah tempat jatuhnya aman, tidak ada Taliban,” ujarnya dalam pesan pendek kepada media, Jumat (8/5).

Taliban mengklaim terlibat setelah mengirim surat elektronik kepada kantor berita Reuters. “Perdana Menteri Nawaz Sharif dan sekutunya adalah sasaran utama kami,” kata Juru Bicara Taliban, Muhammad Khurasani.

Militer Pakistan buru-buru menyatakan klaim Taliban tak berdasar. Hampir pasti helikopter ini jatuh akibat kerusakan mesin. “Tidak ada indikasi serangan teroris,” kata Jubir Angkatan Bersenjata Pakistan Asim Bajwal.

Helikopter itu adalah jenis MI-17 buatan Rusia. Angkutan udara itu bisa mengangkut 32 penumpang.

“Kelompok khusus Tehreek-e-Taliban di Pakistan telah menyiapkan rencana untuk menyerang Nawaz Sharif dalam kunjungannya, tapi dia selamat karena dia berada di helikopter yang lain,” kata juru bicara kelompok militan Muhammad Khorasani. (adj)

Categories