Tentara Israel Banyak Mengalami Gangguan Mental dan Depresi

rsz_tentara-israel-depresi

Tentara Israel Banyak Mengalami Gangguan Mental dan Depresi

Mustanir.com – Situs resmi militer Tel Aviv mengungkapkan, gangguan mental di kalangan tentara pendudukan Israel (PLO) akan naik tiga kali lipat dalam sepuluh tahun ke depan.

Kepala Unit Kesehatan Mental Tentara Israel, Kolonel Karen Ginat membeberkan bahwa ribuan tentara Israel kini sedang menjalani masa perawatan. Bahkan, ada seorang pilot Angkatan Udara Israel juga menjalani perawatan anti-depresi.

Selama sidang parlemen, Ginat memperingatkan tentara Israel untuk tidak pergi keluar dari basis mereka dengan membawa senjata, karena hanya akan menimbulkan bahaya bagi masyarakat.

Bahkan, para pejabat kemiliteran juga sudah memperingatkan akan hal ini. Namun, pemerintah Zionis masih saja memutuskan untuk mengizinkan tentara Israel membawa pulang senjata mereka.

Selain itu, sejumlah tentara muda juga sering menghindari untuk meminta bantuan atas penyakit mental mereka, yang menciptakan krisis bagi tentara. Hal ini sendiri yang mempersulit pihak militer untuk mengidentifikasi gangguan psikologis dan mental yang menimpa sejumlah tentara pendudukan.

Baru-baru ini, dia juga menunjukkan empat tentara Israel yang menderita penyakit mental serius yang tidak mereka ungkap di muka publik.

Surat kabar Israel Haaretz juga mengungkapkan bahwa tentara Israel telah mempekerjakan psikolog dalam jajarannya, untuk menanggapi tumbuhnya fenomena penyakit mental dan bunuh diri di kalangan tentara Israel.

Belum lama ini, sebuah insiden penembakan di Hebron, wilayah Palestina menyisakan sebuah kepedihan. Pasalnya, seorang petugas medis Israel terlibat dalam pembunuhan seorang warga Palestina yang dianggap Israel sebagai teroris.

Padahal, militer Israel sebelumnya telah menembak mati dua orang warga Palestina pada Kamis setelah melakukan serangan di Hebron. Ketika melihat salah satu warga Palestina masih hidup, seorang petugas medis lantas menembaknya di kepala.

Militer Israel seringkali menggunakan kekuatan berlebihan terhadap warga Palestina. Hal tersebut telah berulangkali diprotes oleh dunia internasional dan masyarakat Arab pada umumnya.

Categories