Terapi Atau Pengobatan Terhadap Orang-orang Yang Kesurupan

Terapi Atau Pengobatan Terhadap Orang-orang Yang Kesurupan

  • Tahap Pertama: Tahap Terapi/ Pengobatan.

    Hendaklah meletakkan tanganmu di atas kepala pasien dan membacakan dengan tartil ayat-ayat (al-Qur’an) yang dapat mengusir setan, seperti membaca al-Fatihah; ayat Kursi; tiga ayat terakhir dari surat al-Baqarah; al-Mu’awidzatain (surat al-Falaq dan an-Naas); al-Ikhlas; dan semua surat-surat dan ayat-ayat yang memiliki keutamaan “dapat mengusir setan”.

  • Tahap keDua: Tahap pasca terapi/ Pengobatan.

    Tahapan ini adalah tahapan yang berat karena dalam tahap ini memungkinkan jin untuk kembali lagi ke dalam tubuh pasien, oleh karena itu wajib atasnya hal-hal berikut :

    • Menjaga shalat berjamaah.
    • Berdzikir kepada Allah Ta’ala dalam setiap waktu, khususnya pada waktu-waktu tertentu (yang disunnahkan).
    • Hendaklah pasien tersebut kembali kepadamu, agar kamu membacakan kepadanya (meruqyah) setelah beberapa saat, atau dengan memberikan air yang dibacakan ayat-ayat yang dapat mengusir setan, kemudian sebagian dia minum dan sebagiannya ia gunakan untuk mandi.
    • 4. Membaca bismillah ketika hendak melakukan sesuatu.
    • 5. Mendengar dan menyimak ayat al-Qur’an dan membacanya.

    Peringatan-peringatan Bagi Penerapi

    • Jin terkadang datang berteriak-teriak, memanggil-manggil, menakut-nakuti dan mengancam, maka janganlah kamu takut kepadanya, akan tetapi pukullah dia dan beri pelajaran kepadanya (dengan menghukumnya), maka niscaya dia akan menjadi tenang dengan izin Allah Ta’ala dan bacakanlah pula kepadanya firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya tipu daya setan adalah lemah.”
    • Jin terkadang mencaci maki atau menghinamu, maka janganlah kamu marah.
    • Jin terkadang berkata kepadamu, “Kamu adalah seorang lelaki yang shalih dan aku akan keluar karena kemuliaanmu,” maka katakan kepadanya, “Saya adalah hamba Allah Ta’ala yang lemah dan keluarlah kamu semata-mata karena ketaatanmu kepada Allah Ta’ala dan rasulNya shallallahu ’alaihi wasallam.”
    • Terkadang kamu akan menemukan jin yang sangat keras kepala, maka dalam kondisi seperti ini, ambillah setengah gelas air dan dekatkan dari mulutmu, lalu tiupkan padanya (gelas tersebut) setelah membaca ayat-ayat ruqyah, lalu minumkan padanya (pasien tersebut), maka jin tersebut akan merasa ketakutan dan mematuhimu, serta akan keluar dengan izin Allah Ta’ala. Jika dia belum keluar, maka teruslah kamu membacakannya, walaupun setelah selang beberapa saat sampai dia keluar dengan izin Allah Ta’ala.
    • Hendaklah ruqyah dibaca dengan tartil, Khusyu’ dan dengan suara yang terdengar.
    • Jin terkadang meminta syarat-syarat tertentu, maka jika dalam syarat-syarat tersebut merupakan bentuk ketaatan pada Allah Ta’ala dan RasulNya shallallahu ’alaihi wasallam, maka tidak mengapa memenuhi syarat-syarat tersebut, akan tetapi sampaikan kepadanya bahwa dia melaksanakan perbuatan ini bukan karena ketaatan kepadanya, akan tetapi semata-mata hanya menaati Allah Ta’ala. Dan jika jin tersebut menyuruh kepada maksiat, maka janganlah dituruti permintaannya. Akan tetapi berilah dia hukuman atas hal itu.
    • Jika Allah Ta’ala menjauhkan/ memalingkan jin tersebut dari si pasien, maka suruhlah dia dan orang yang bersamanya agar mereka sujud kepada Allah Ta’ala sebagai rasa syukur kepadaNya karena telah menyelamatkan mereka dari jin yang zhalim ini, begitu juga hendaknya kamu sujud sebagai rasa syukur kepada Allah Ta’ala atas taufikNya kepadamu dengan menghilangkan kezhaliman ini.
    • Apabila Allah Ta’ala telah menjauhkan/ memalingkan jin melalui perantara kedua tanganmu, maka janganlah kamu berkata, “Aku telah mengeluarkannya (jin tersebut) atau aku telah menjauhkan/ memalingkannya”, akan tetapi katakanlah, “Sesungguhnya Allah Ta’ala lah yang telah menjauhkan/ memalingkannya, atau Allah Ta’ala lah yang telah mengeluarkannya.” Dan waspadalah kamu dari sifat membanggakan diri (ujub), sesungguhnya hal itu merupakan jalan /tempat-tempat masuknya setan yang paling besar.

Categories