TKW Indonesia Dijadikan Wanita Penghibur

tkw-indonesia

TKW Indonesia Dijadikan Wanita Penghibur

Mayoritas tenaga kerja Indonesia (TKI) perempuan yang diselundupkan ke Cina Daratan, dipaksa menjadi wanita penghibur. Sementara TKI pria dijadikan buruh kasar di pabrik atau pelabuhan.

Meski KBRI memulangkan sekitar 40 TKI ilegal, jumlah WNI yang menjadi korban perdagangan manusia di Cina daratan masih terus bertambah. Salah satunya AS (29 tahun), perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur, yang dipaksa sebagai wanita penghibur di SPA dan karaoke di Tangsha, di luar Kota Beijing.

AS dibeli agen di Cina dari agennya di Blitar, sebesar 15 ribu Yuan atau sekitar Rp 30 juta. Perempuan yang pernah dua tahun bekerja di Panasonic, Malaysia tersebut tiba di KBRI Beijing, Kamis (7/5) malam.

“Saya diimingi gaji besar, Rp 12 juta, kerja di kafe di Cina,” kata dia, di Beijing, Ahad (11/5).

“Tetapi sampai sini, saya kerja di SPA plus-plus, dan sepekan kemudian di karaoke, selama sebulan. Dan karena tidak tahan, ada kesempatan saya kabur dan melapor ke KBRI.”

AS mengungkapkan, saat tiba di tempatnya bekerja telah ada WNI lain yang telah lama bekerja di SPA. “Ketika ada razia, kami berpencar, entah sekarang mereka dimana. Saya bisa lolos razia karena dijamin bos saya. Bos saya memindahkan saya ke KTV, di sana juga sudah ada WNI lain, saat saya kabur mereka sedang bekerja, melayani tamu masing-masing,” tutur AS.

Sebagian WNI korban perdagangan manusia ditampung di KBRI Beijing, dan rumah penampungan Kantor Keamanan Publik Cina. Pemerintah setempat menetapkan bagi buruh migran yang telah lebih dari sebulan berada di Cina, diharuskan membayar denda 10 ribu Yuan dan tinggal di rumah penampungan Kantor Keamanan Publik.

Mereka akan dipulangkan setelah menjalani segala proses administrasi hukum, serta difasilitasi KBRI antara lain dengan penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi TKI yang paspornya disita majikan atau agen. (rol/adj)

Komentar

Nasib TKI wanita dan pria memang seringnya diberitakan banyak masalah yang dihadapinya. Jika kita mencari berita tentang TKI pastilah yang muncul problematika seputarnya, kalaupun ada berita baik, mungkin sekedar tentang ‘pahlawan devisa’ saja.

Jika pemerintah tegas, dan tidak ingin ada lagi problematika terkait TKI, sebenarnya tinggal di berhentikan pengiriman mereka ke luar negeri. Tapi di satu sisi pemerintah tidak menyediakan lapangan pekerjaan yang cukup memadai, di sisi lain, paradigma pemerintah kepada TKI sebagai pahlawan devisa tidak bisa disangkal.

Yang harus dirubah saat ini adalah paradigma kebijakan pemerintah, semua paradigma harus sesuai dengan standar Allah Yang Maha Benar.

Categories