Trump Masukkan Korut ke Daftar Larangan Perjalanannya

foto: tribun


MUSTANIR.COM, WASHINGTON — Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memperluas kebijakan larangan perjalanannya yang kontroversial. Setelah sebelumnya melarang warga dari lima negara mayoritas Muslim memasuki negaranya, kini AS menerapkan hal serupa untuk warga dari Korea Utara (Korut), Venezuela dan Chad.

Dalam sebuah pengumuman pada Ahad (24/9), Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa keamanan nasional AS telah menjadi prioritasnya. Membuat Amerika aman adalah prioritas nomor satu saya. Kita tidak akan mengakui orang-orang di negara ini yang tidak bisa kita periksa secara aman, katanya seperti dilaporkan laman BBC, Senin (25/9).

Di antara tiga negara yang baru saja masuk dalam daftar larangan perjalanan AS, Korut menjadi sorotan utama. Seperti diketahui, AS dan Korut sedang terlibat perang urat syaraf setelah pemimpin kedua negara terlibat aksi saling kecam dan ancam.

Gedung Putih mengatakan masuknya Korut ke dalam daftar larangan perjalanan AS karena negara pimpinan Kim Jong-un tersebut tak menunjukkan adanya iktikad kerja sama yang baik dengan AS dalam hal apa pun. Korut juga dianggap gagal memenuhi semua persyaratan untuk masuk.

Alasan ini juga dipakai untuk memasukkan Venezuela ke dalamdaftar larangan perjalanan AS. Venezuela, yang belum lama ini dijatuhkan sanksi ekonomi oleh AS, dianggap tak memperlihatkan kerja sama yang baik dalam hal keamanan.

(Venezuela) Tidak bekerja sama dalam memverifikasi apakahwarganya menimbulkan ancaman keamanan nasional atau ancaman keamanan publik dan tidak menerima warga negara yang dideportasi secara sukarela, kata GedungPutih.

Sedangkan Chad, mitra kontraterorisme (AS) yang pentingtidak memiliki informasi publik terkait terorisme dan informasi publik lainnyayang diminta AS, ungkap Gedung Putih menjelaskan mengapa Chad juga masuk dalamdaftar larangan perjalanan AS.

Gedung Putih pun mengatakan bahwa sementara ini Irak juga dianggap tidak memenuhi kriteria yang dipersyaratkan AS. Sebelumnya Irak masuk dalam daftar larangan perjalanan AS. Namun belakangan Irak diberi pengecualian karena hubungan kerja samanya dengan AS dalam menumpas milisi ISIS.
(republika.co.id/25/9/2017)

Categories