Turki dan Kurdi Diperkirakan Akan Masuk Dalam Perang Besar

Turki dan Kurdi Diperkirakan Akan Masuk Dalam Perang Besar

Mustanir.com – Pertempuran Turki dengan Kurdi di wilayah perbatasan di dalam Suriah semakin sengit. Hal ini diperkirakan akan mendorong Turki masuk dalam perang besar-besaran dengan Kurdi.

Serangan terbaru Turki ke terhadap wilayah Kurdi di Suriah pada hari Minggu (28/8) telah mengakibatkan korban sipil di kubu Kurdi. Sekitar 35 orang tewas dalam serangan fajar di Jeb el-Kussa dan Al-Amarneh, dua desa Kurdi dekat perbatasan Turki.

Dewan Militer Jarablus, yang bersekutu dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) Kurdi, mengatakan serangan menandai “eskalasi belum pernah terjadi sebelumnya dan berbahaya”.

Turki telah menghindari untuk serangan ofensif lebih jauh di dalam wilayah Suriah. Tetapi Saif Abu Bakar, komandan batalion oposisi Suriah dalam Jarablus, mengatakan kepada Telegraph bahwa mereka berencana untuk mengambil Manbij dan berlanjut sampai mereka mencapai kota Al-Bab sekitar 50 mil di selatan perbatasan.

Turki berada di belakang oposisi yang bertekad maju ke wilayah yang belum lama dikuasai Kurdi SDF dari ISIS itu. Sebagai konsekuensi, Turki akan bertemu dengan resistensi dari SDF, yang mengarah ke bentrokan.

Apa pun yang mendorong oposisi menuju Manbij akan menjadi kontroversial. Karena SDF membebaskan kota itu dari ISIS awal bulan ini.

Seperti diketahui, Ankara mengirim tank di perbatasan untuk membantu oposisi Suriah mengusir ISIS dari kota perbatasan Jarablus pekan lalu, dalam eskalasi dramatis keterlibatannya dalam perang sipil Suriah.

Para pejabat Turki telah secara terbuka menyatakan bahwa tujuan serangan Turki adalah untuk memastikan pasukan Kurdi tidak memperluas wilayah mereka. Saat ini Kurdi sudah mengontrol perbatasan panjang Turki, di antaranya setelah mengalahkan ISIS dari benteng-benteng mereka.

Dalam bermitra dengan Turki, AS berharap untuk mendapatkan tentara militer profesional dalam memerangi ISIS. Namun Ankara sejauh ini terfokus pada sasaran pasukan Kurdi, yang telah menjadi sekutu yang dapat diandalkan Amerika.

Pertempuran antara dua kubu ini akan meningkatkan kekhawatiran mendalam bagi Washington dan bisa memaksa AS untuk memilih salah satu kubu.

Di sisi lain, Kurdi merasa dikhianati. Pergeseran dukungan Washington telah menyebabkan Kurdi Suriah merasa dikhianati.

“Mereka marah, mereka tidak berharap akan diminta untuk menarik diri dari Manbij, sebuah kota di mana banyak darah Kurdi tertumpah,” kata Idriss Nissan, seorang analis politik yang tinggal di kota Kobane Suriah utara, yang dibebaskan dari Isil oleh pasukan Kurdi tahun lalu. “Kurdi adalah kekuatan yang paling efektif dalam memerangi terorisme, AS membutuhkan kita.” (kiblatnet/adj)

Komentar Mustanir.com

Apa yang sedang terjadi di Suriah, Turki yang vis-a-vis dengan Kurdi sebenarnya adalah perang saudara. Masih banyak kaum muslimin di tengah suku Kurdi yang saat ini memang lebih dekat ke arah Sosialisme-Komunisme. Begitu pula ditengah pasukan Turki sebagian besarnya adalah kaum muslimin, meskipun mereka Islam-Sekuler.

Maka dari itu, sesungguhnya peperangan saudara semacam ini dalam kacamata Islam adalah peperangan yang dikecam, karena keduanya akan membunuh dalam perang bukan atas nama Allah (Jihad). Peperangan keduanya terjadi dikarenakan sentimen bangsa dan kepentingan nasional masing-masing kekuasaan.

Wahai kaum muslimin, sudahilah semua peperangan kalian. Acungkan moncong senjata kalian kepada Bashar Assad, untuk membebaskan kaum muslimin di Suriah. Lalu acungkan kepada Israel, Amerika, Rusia dan semua negara yang telah menunjukkan peperangan yang nyata kepada Islam dan Syariat-Nya.

Categories