Turki dan Rusia Inginkan Rezim Suriah Berikutnya Inklusif

Turki dan Rusia Inginkan Rezim Suriah Berikutnya Inklusif

Mustanir.com- Turki dan Rusia setuju bahwa rezim Suriah berikutnya harus inklusif, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Kamis (11/8).

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan NTV lokal, Cavusoglu mencatat bahwa Suriah harus memiliki administrasi yang memungkinkan setiap orang untuk mempraktikkan keyakinan mereka secara bebas.

“Kami berpikir sama seperti Rusia pada masa depan Suriah. Pemerintah selanjutnya di Suriah harus inklusif dan mencakup semua orang,” katanya, menambahkan pemerintahan baru di Suriah, “harus menjadi sekuler.”

“Kami selalu mengatakan hanya solusi politik (di Suriah) yang bisa permanen, dalam hal tidak menyakiti warga sipil, memisahkan oposisi moderat dari kelompok teroris dan (memastikan) bantuan kemanusiaan,” Cavusoglu menekankan.

“Kami berada di halaman yang sama dengan Rusia bahwa Suriah harus memiliki administrasi di mana setiap orang dapat hidup dengan keyakinan mereka,” katanya.

Sebuah delegasi Turki mengadakan pembicaraan di Rusia pada Kamis bertujuan koordinasi di Suriah dan isu-isu bilateral lainnya menyusul pertemuan pertama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sejak Turki menembak jatuh sebuah pesawat tempur Rusia November 2015 lalu.

Cavusoglu juga meminta Rusia untuk melakukan operasi bersama melawan Negara Islam, menambahkan bahwa usulan itu masih “di atas meja.”

Cavusoglu mengatakan bahwa kerjasama antara Rusia dan Turki pada bidang politik, militer dan intelijen akan membuka jalan untuk menempatkan hubungan bilateral pada tanah yang kokoh dan membantu menyelesaikan masalah di Suriah.

Selama kunjungan Presiden Erdogan ke St. Petersburg pada hari Selasa, kedua pemimpin sepakat untuk mendirikan sebuah komite bersama di Suriah, yang terdiri dari perwira militer dan intelijen serta diplomat dari kedua negara. (kiblatnet/adj)

Komentar Mustanir.com

Persetujuan antara Turki dan Rusia setidaknya dalam bahasa lainnya mengatakan bahwa pemerintahan Bashar Assad saat ini di Suriah adalah eksklusif. Tertutup. Dan kita tahu, yang dimaksud eksklusif adalah tidak dapat masuknya intervensi Turki dan Rusia secara total.

Setelah Amerika dan Inggris gagal menjadikan rezim Bashar tunduk kepada mereka, Rusia mengambil alih pengaruh di Suriah. Saat ini Turki pun yang memiliki kekuatan militer besar, mencoba memiliki pengaruh di Suriah.

Lihatlah wahai kaum muslimin, Suriah hanya menjadi bahan rebutan manusia-manusia yang memiliki kepentingan. Mari angkat kembali topi kemuliaan kaum muslimin dan mengangkat dengan setinggi-tingginya, dengan menjadikan Islam, sebagai pengatur kehidupan individu, bermasyarakat dan bernegara.

Categories