Allah Sangat Gembira Kita Bertaubat

Allah Sangat Gembira Kita Bertaubat

Oleh H. Luthfi H.

حدثنا هُدبة حدثنا هَمّام حدثنا قتادة عن أنس رضي الله عنه قال :قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “اللَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ وَقَدْ أَضَلَّهُ فِي أَرْضِ فَلَاةٍ”

Telah menceritakan kepada kami Hudbah, telah menceritakan kepada kami Hammam, telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Anas radliallahu ‘anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah SWT lebih gembira dengan taubat hamba-Nya, melebihi salah seorang dari kalian yang mendapatkan hewan tunggangannya yang telah hilang di padang yang luas.” (HR. Bukhari)

وزاد إسحاق بن أبي طلحة عن أنس فيه عند مسلم” فانفلتت منه وعليها طعامه وشرابه فأيس منها فأتى شجرة فاضطجع في ظلها فبينا هو كذلك إذا بها قائمة عنده فأخذ بخطامها ثم قال من شدة الفرح اللهم أنت عبدي وأنا ربك أخطأ من شدة الفرح”

Dan Ishaq bin Abu Thalhah dari Anas lewat Riwayat Imam Muslim menambahkan; “padahal di atasnya ada makanan dan minuman, hingga akhirnya dia merasa putus asa untuk menemukannya kembali. Kemudian ia beristirahat di bawah pohon, namun di saat itu, tiba-tiba dia mendapatkan untanya sudah berdiri di sampingnya. Ia pun segera mengambil tali kekangnya kemudian berkata; ‘Ya Allah Engkau hambaku dan aku ini Tuhan-Mu.’ Dia telah salah berdo’a karena terlalu senang.’

Untuk persoalan ini, Iyadh berkata: ” Padanya sesungguhnya apa yang dikatakan manusia pada keadaan seperti ini, dalam keadaan yang bersangatan pada keajaiban dan sangat gembira demikian, tidak lah ia berbuat salah dengan apa yang dia ucapkan.

Makna kata “سقط على بعيره” artinya menemuinya dan mendapatinya kembali tanpa disertai dengan maksud –mencarinya– , namun ia telah menemukannya.

Sementara makna “و قد أضلّ” artinya pergi darinya tanpa ada arah dan maksudnya.

Dalam riwayat ini, Allah yang Maha Penyayang mengungkap akan sikap hambanya yang benar-benar beriman. Bahwa Allah SWT bersangatan gembiranya atas taubat hamba-Nya dan kembali kepada-Nya. Seperti gembiranya seorang hamba saat menemukan kembali unta tunggangannya yang hilang.

Demikian pula dalam hadits –tambahan yang lain–, Allah mengungkapkan kasih sayang-Nya terhadap hamba yang bersangatan senangnya, saat sang hamba mengatakan “Engkau hamvaku dan aku Tuhan-Mu”, bahwa sang hamba tidak dihisab –walau mengatakan kata yang salah dikarenakan rasa gembira yang bersangatan.

Kaum muslim…
Marilah kita besegera kembali kepada Allah, kita bertaubat dengan Taubat yang sesungguh-sungguhnya (توبة نصوحا). Besegera berjuang untuk urusan untuk aktivitas melangsungkan kembali penerapan Syari’at-Nya. Mari kita mengerahkan segenap raga dan jiwa kita untuk jalan meraih Ridha Allah SWT. []

Categories