Arab Saudi Mitra Terdekat CIA Melawan Terorisme

Arab Saudi Mitra Terdekat CIA Melawan Terorisme

Mustanir.com – Direktur CIA John Brennan mengatakan bahwa serangan baru-baru ini di Arab Saudi menunjukkan bahwa ISIS menjadi ancaman serius bagi negara itu. Awal bulan ini, serangan bunuh diri menyerang tiga kota di Arab Saudi menewaskan empat petugas keamanan.

Berbicara di Brookings Institution di Washington, Brennan mengatakan, “Serangan-serangan itu menunjukkan keunggulan dari ISIS.” Setelah itu, Brennan langsung mengaitkan hal itu dengan Al-Qaidah, yang juga menjadi ancaman, terkhusus di Yaman dan Suriah.

Brennan menjelaskan bahwa ISIS tidak hanya mengancam AS dan Eropa tetapi juga ke Arab Saudi. Ledakan melanda di Jeddah, Qatif dan markas keamanan di kota suci Madinah. Brennan menyebut serangan itu “belum pernah terjadi sebelumnya”.

Ketika ditanya tentang kerjasama antara AS dan Arab Saudi dalam kontra terorisme, Brennan mengatakan, “Arab Saudi adalah di antara mitra terdekat kami dalam melawan terorisme.”

Kepala CIA itu menjelaskan bahwa Pangeran Saudi Muhammad Bin Nayef tengan berfokus untuk menjaga keamanan internal dan melawan pertumbuhan ISIS di dalam negeri dan di sepanjang perbatasannya. Dia menambahkan bahwa Arab Saudi sedang mencoba untuk memerangi terorisme dan ekstremisme, terutama upaya Iran dalam pendanaan gerakan radikal di Afrika.

Brennan menambahkan, “Pemerintah Arab Saudi dan kepemimpinan saat ini telah mewarisi sejarah dimana telah ada sejumlah individu, baik di dalam Arab Saudi maupun di luar yang telah memeluk agak fundamentalis -ekstrimis di beberapa daerah- versi agama Islam, yang telah memungkinkan individu yang kemudian bergerak ke arah kekerasan, dan terorisme untuk mengeksploitasi dan memanfaatkan itu.”

Kamis lalu, Kementerian Dalam Negeri Saudi mengungkapkan identitas penyerang teroris Masjid Nabi Muhammad di kota Madinah Naer Muslim Hamad; seorang warga Saudi 26 tahun dengan riwayat penyalahgunaan obat.

Kementerian juga menyebut tiga penyerang di belakang ledakan dari Qatif: Abdulrahman Saleh Mohammed Al-Amer, 23, Ibrhaim Saleh Mohammed Al-Amer, 20, dan Abdulkareem Ibrahim Mohammed Al-Hasini, 20.

Kementerian juga mengumumkan telah menangkap 19 tersangka: 12 Pakistan dan 7 orang Saudi. (kiblatnet/adj)

Komentar Mustanir.com

Arab Saudi, yang telah mendukung pemerintah Yaman dalam perang dengan kelompok pemberontak Houtsi di negara itu, dengan tetap terlibat dalam perang saudara di Suriah, menempati urutan ketiga untuk belanja senjata dengan anggaran 87,2 miliar dolar AS, ditambah dengan keikutsertaannya dalam Global War on Terorism dengan Amerika, semakin harus membuat Saudi mengeluarkan anggaran keamanan dalam dan luar negerinya lebih banyak.

Jika saja anggaran militer sebanyak itu, yang menempati urutan ketiga dunia, digunakan untuk terlebih dahulu membebaskan Palestina dari Israel, maka tentulah tidak akan ada lagi kaum muslimin Palestina yang terdzalimi oleh penjajah Israel. Apatah lagi jika Saudi Arabi mampu mempelopori dan memimpin militer negeri kaum muslimin yang lainnya. Maka urusan kaum muslimin Suriah pun akan segera terselesaikan. Kita berdoa agar pemimpin-pemimpin kaum muslimin tergerak hatinya untuk menyelamatkan kaum muslimin di negeri mereka yang tertindas.

Categories