Bahkan Bangsa Jin Pun Berjihad Bersama Mujahidin

Bahkan Bangsa Jin Pun Berjihad Bersama Mujahidin

Mustanir.com – Kaum Muslimin di seluruh dunia, terutama Amirul Mukminin Umar bin Khatthab saat itu hampir tidak bisa memejamkan matanya. Pikirannya tidak tenang karena terus memikirkan Nahawand sehingga ia tidak bisa tidur nyenyak, mata tidak bisa terpejam, dan jiwa tidak bisa istirahat. Ia berdoa memohon pertolongan kepada Allah seperti seorang ibu yang meminta pertolongan karena anaknya meninggal dunia. Ia berdoa kepada Allah dengan doa orang yang sedang berduka.

Umar keluar dari Madinah menoleh ke kanan dan ke kiri sambil menanti ada orang yang datang dari Irak. Barangkali ia membawa kabar gembira dari Irak. Pada suatu hari ada seorang yang menaiki kendaraan berlalu melewati seorang penduduk Madinah.

“Dari mana engkau datang?”

“Dari Irak.”

“Apa yang Allah perbuat terhadap kaum Muslimin?”

“Kaum Muslimin telah meraih kemenangan dan komandan perang mereka terbunuh. Dan harta ghanimah yang didapatkan kaum Muslimin banyak sekali hingga orang yang berjalan kaki (infantri) mendapatkan dua ribu dirham sedangkan orang yang berkendaraan (kavaleri) mendapatkan enam ribu dirham. Harta ghanimah yang didapatkan dari Nahawand sangat besar.”

Tersebarluaslah kabar kemenangan itu di Madinah dan akhirnya sampai juga ke telinga Umar.“Datangkan orang berkendaraan yang menyampaikan kabar tersebut!” perintah Umar.

Kaum Muslimin pun mencari orang yang dimaksud, namun mereka tidak menemukannya.

“Sesungguhnya ia adalah Usyaim. Sesungguhnya ia adalah Usyaim, salah satu jin yang ikut hadir di Nahawand dan ia datang dengan bergegas untuk memberi kabar kepada kaumnya tentang kemenangan kaum Muslimin.”

Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Katsir, jin dan manusia Muslim, mereka semua juga bisa ikut berperang, sama persis sebagaimana pandangan mereka bisa menoleh ke kanan dan ke kiri, penglihatan bisa lama tidak terpejam untuk begadang, dan hati berdebar-debar menunggu-nunggu kabar tentang pertempuran Jalalabad, ingin mendengar kabar kemenangan atau pengaruh dari kemenangan atau yang lainnya.

Bangsa jin ikut serta dalam pertempuran Nahawand dan mereka telah ikut serta dalam pertempuran lebih dari sekali sebagaimana diriwayatkan oleh mereka para ahli hadits dan ahli tafsir dari kalangan ulama terpercaya sekaliber Ibnu Katsir dan Ibnul Atsir.

Mereka berkata kepada kaum Muslimin, “Apa yang kalian inginkan?” Lisannya berkata menggunakan bahasa Persia. Ia berbicara dengan lancar padahal ia tidak tahu satu pun kata, apalagi kalimat dalam bahasa Persia.

Tiba-tiba orang-orang Persia kabur. Dan setelah kaum Muslimin meraih kemenangan pada pertempuran yang lain, kaum Muslimin bertanya kepada mereka, “Mengapa kalian kabur hanya karena kawan kami berbicara kepada kalian?”

“Sesungguhnya ia berkata kepada kami, ‘Sungguh, kami datang untuk memakan kalian!’ dengan menggunakan bahasa Persia.”

Padahal ia tidak tahu satu pun kata, apalagi kalimat dalam bahasa Persia. Jin atau malaikat telah berbicara dengan bahasanya. Jadi masalah tawakal dan percaya kepada Allah harus ada di depan mata dan penglihatan kita.

“Tenanglah. Allah pasti menolong hamba-Nya. Allah tidak akan menelantarkan hamba-Nya. Allah tidak akan membuat kalah tentara-Nya.”

Ini kalimat yang diucapkan Saad ketika melihat sungai Dajlah yang sedang banjir sehingga banyak buihnya. Hampir-hampir perahu-perahu tidak bisa menerobos menyeberanginya. Saad menyambar tangan Salman. Ia menyeburkan dirinya dan Salman ke sungai. Dan mereka selalu mengulang-ulang, “Allah tidak akan membuat kalah tentara-Nya dan Allah tidak akan menelantarkan hamba-Nya.” Wallahu a’lam bi shawab.

SUMBER

Categories