Kasih Sayang Seorang Sahabat Penghuni Surga

Kasih Sayang Seorang Sahabat Penghuni Surga

Mustanir.com – Pada suatu hari, setelah resmi menyatakan masuk Islam, Abu Bakar berjalan-jalan di salah satu pojok kota Mekah. Tiba-tiba ia dipukul sangat keras. Sebentar kemudian, Utbah bin Rabi’ah mendekatinya lalu memukulinya dengan kedua sandalnya yang sudah bertambal sulam dan pukulan itu diarahkan ke wajah beliau. Setelah itu ia meloncat ke perut Abu Bakar dan menginjak-injaknya, sehingga wajahnya tak bisa dikenali.

Kemudian Bani Tamim membawa Abu Bakar dalam sebungkus kain ke rumahnya. Mereka yakin bahwa Abu Bakar telah mati. Akan tetapi,ketika hari memasuki senja, tiba-tiba Abu Bakar siuman. Ia bertanya,

“Apa yang dilakukan Rasulullah sekarang?” Mereka malah mencela dan mengejeknya. Setelah itu mereka bangkit dan pergi menemui Ibunda Abu Bakar, Ummu Khair.

Mereka berkata kepadanya, “Temuilah anakmu, supaya kamu bisa memberinya makan atau minum!”

Ketika mereka hanya berdua, Ummu Khair memaksa putranya, akan tetapi, Abu Bakar malah bertanya, “Apa yang dilakukan Rasulullah?”

Ibunya menjawab, “Demi Allah, aku tidak tahu tentang keadaan shahabatmu itu.”

Lantas Abu Bakar meminta, “Kalau begitu, tolong ibu temui Umu Jamil binti Al-Khattab, lalu tanyakan kepadanya tentang Rasulullah.”

Kemudian Ummu Khair keluar untuk menemui Umu Jamil, lalu ia bertanya, “Abu Bakar ingin bertanya kepadamu tentang keadaan Muhammad bin Abdullah.”

Akan tetapi, Umu Jamil menjawab, “Saya tidak kenal Abu Bakar dan tidak pula dengan Muhammad bin Abdullah. Kalau kamu mau, aku akan pergi bersamamu untuk bertemu sendiri dengan putramu.”

Kemudian Umu Khair menjawab, “Baiklah.”

Lalu keduanya pergi menemui Abu Bakar, hingga Ummu Jamil mendapati Abu Bakar yang sedang meradang kesakitan. Ummu Jamil mendekat dan menjerit kaget. Ia berkata, “Demi Allah, orang-orang yang memperlakukan Anda hingga seperti ini adalah benar-benar orang yang fasik dan kafir. Saya memohon, semoga Allah membalaskan semua perlakuan mereka ini untukmu.”

Lagi-lagi, yang ditanyakan Abu Bakar tetaplah sama, “Apa yang sedang dilakukan Rasulullah?”

Sambil berbisik Ummu Jamil menjawab, “Bagaimana dengan ibumu, ia mendengar pembicaraan kita.”

Abu Bakar berkata, “Kamu tak usah merisaukannya.”

Setelah diyakinkan, baru Umu Jamil mau menjawab, “Beliau dalam keadaan selamat dan baik-baik saja.”

Abu Bakar bertanya lagi, “Di manakah beliau sekarang?”

Ummu Jamil menjawab, “Sedang berada di rumah Al-Arqam.”

Seketika itu Abu Bakar berkata, “Demi Allah, aku tidak akan mencicipi makanan dan tidak akan minum sampai aku bertemu dengan Rasulullah.”

Akan tetapi, keduanya menahan keinginannya. Sampai ketika orang-orang tenang barulah keduanya keluar membawanya. Abu Bakar bersandar pada keduanya dan mempertemukannya dengan Rasulullah.

SUMBER

Categories