
Tahukah Anda tentang Bendera Suriah dan Simbol Kolonialisme?
MUSTANIR.net – Tahukah Anda bahwa apa yang disebut oleh sebagian orang sebagai “bendera revolusi Suriah” hanyalah simbol dari kolonialisme Prancis lama, yang digambar oleh seorang perwira kecil di tentara mandat Prancis melalui sebuah dekrit konstitusional?
Pada tahun 1932, Delegasi Tinggi Prancis, Henri Ponsot, mengeluarkan dekrit 3111 yang mengatur tentang penyusunan “Konstitusi Republik Suriah”, di mana dalam konstitusi tersebut disebutkan tentang deskripsi bendera pada pasal ke empat bab pertama, sebagai berikut:
Bendera Suriah berbentuk seperti berikut; panjangnya dua kali lipat dari lebarnya, dibagi menjadi tiga warna yang sama dan sejajar, yang paling atas adalah hijau, diikuti putih, dan terakhir hitam, dengan bagian putih berisi tiga bintang merah dengan lima ujung pada satu garis lurus.
Artinya, bendera ini hanyalah refleksi dari kolonialisme Barat yang saat ini mendukung dan melindungi Assad selama bertahun-tahun. Bendera ini tidak ada hubungannya dengan revolusi atau pembebasan, melainkan merupakan simbol untuk kembali ke penjajahan lama.
Tahukah Anda bahwa bendera Suriah sejati, yang telah membebaskannya dari penjajahan Romawi, menciptakan kejayaan besar dan memberi kemuliaan di dunia dan akhirat, adalah bendera yang dikeluarkan oleh Rasul kita yang mulia, Muhammad ﷺ?
Ibnu Ishaq menyebutkan bahwa Nabi ﷺ memberikan panji putih kepada Mus’ab bin Hazm bin Abdul Manaf, dan Abu Hurairah menyebutkan bahwa bendera putih itu bertuliskan “لا إله إلا الله محمد رسول الله” (Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah).
Maka, wahai para pejuang dan mujahidin!
Jangan kalah dalam pertempuran kesadaran dan kembali memberi tepuk tangan kepada musuh tanpa Anda sadari.
Bendera al-‘Aqabah yang membawa apa yang paling membedakan Anda, yaitu aqidah tauhid, bukan bintang-bintang atau gambar-gambar. Itulah yang membentuk sejarah Anda dan yang mengalahkan musuh-musuh Anda.
Bendera al-‘Aqabah yang dipertahankan oleh para sahabat meskipun tubuh mereka terpotong saat membawanya adalah bendera Syam dan seluruh tanah Islam.
Panji Islam yang telah dihancurkan oleh Barat lebih dari seratus tahun yang lalu, kini kita ingin melihatnya berkibar di Syam lagi. Jangan tukar kemuliaan Anda dengan kehinaan, karena itu akan membuat Anda kehilangan pertolongan Allah dan mendatangkan kekalahan lagi di tanah Syam.
Angkatlah bendera Anda dan banggalah dengannya, karena hanya bagi Allahlah kemuliaan itu, bagi Rasul-Nya, dan bagi orang-orang yang beriman, namun kebanyakan manusia tidak mengetahui. []
Sumber: Abu Nizar al-Syami (Cendekiawan Muslim dari Lebanon)
