(rri.or.id)

Bukan Konspirasi, Batas Aktivitas di Masjid untuk Cegah Wabah

MUSTANIR.net – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa mengenai ibadah dalam situasi wabah virus corona (COVID-19) pada Senin (16/3).

Dalam Fatwa Nomor 14 Tahun 2020 itu, salah satunya menyatakan umat Islam di kawasan dengan potensi penularan virus corona tinggi boleh mengganti salat Jumat dengan salat zuhur, dan salat berjemaah menjadi haram jika ada potensi penularan corona.

Terkait fatwa tersebut, Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidowi mengatakan, fatwa tersebut dikeluarkan berdasarkan permintaan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Ia menyebut, imbauan pemerintah untuk membatasi aktivitas di luar rumah dianggap sejumlah umat sebagai langkah untuk menjauhkan umat dari masjid.

“Di kalangan umat Islam, misalnya, ada pemikiran yang konspiratif seakan-akan orang tidak boleh salat Jumat dianggap sebagai strategi menjauhkan umat Islam dari masjid. Ini kan aneh cara berpikirnya, sangat banyak pikiran konspiratif dan dibaca oleh wapres sehingga kemudian (diminta) segera keluarkan fatwa bagaimana caranya,” kata Masduki di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (17/3).

Menurut Masduki, Islam mengajarkan untuk menghindari wabah. Sehingga tidak masalah untuk menjauhi wilayah yang sudah terkena wabah.

“Tidak ada persoalan konspiratif. Ini ajaran agama bahwa kita harus menghindari wabah dan itu hadistnya sahih. Dalam fatwa jelas kita tidak boleh mendekati wilayah yang memang sudah terkena wabah,” tegasnya.

Sumber: Kumparan

Categories