
Yang Kami Lakukan Bukan Omong Doang, Melainkan Aksi Paling Mendasar
MUSTANIR.net – Tuduhan bahwa para pejuang syariah dan khilafah hanya omong doang alias omdo, sungguh tidak tepat. Justru yang kami lakukan adalah aksi paling mendasar dan paling penting; Membangkitkan kesadaran umat tentang wajibnya syariah dan perlunya khilafah untuk menyelamatkan negeri ini.
• Pertama, mari renungkan dengan logika sederhana:
Semua perubahan besar dalam sejarah selalu dimulai dari kesadaran. Listrik ditemukan bukan langsung dari kerja tangan, tapi dari pemikiran. Indonesia merdeka pun bukan langsung dari angkat senjata, tapi dari pemikiran dan penyadaran akan pentingnya kemerdekaan.
Rasulullah ﷺ selama 13 tahun di Makkah berdakwah bukan dengan membangun negara dulu, tapi membangun kesadaran umat tentang tauhid, syariah, dan pemikiran Islam. Jadi, apa yang kami lakukan hari ini—menyampaikan pemikiran Islam, mengajak umat kembali pada syariah, menjelaskan bahaya sistem kufur—adalah action yang sangat penting dan strategis.
• Ke dua, umat ini rusak karena pemikirannya.
Kenapa korupsi merajalela? Karena orang tidak takut dosa. Kenapa hukum Islam ditolak? Karena umat tidak memahami Islam secara utuh. Kenapa pemimpin zalim terus dipilih? Karena rakyat tidak sadar arti kepemimpinan Islam.
Maka action paling mendesak adalah memperbaiki cara berpikir umat, menggugah kesadaran, dan membentuk opini umum tentang wajibnya syariah dan khilafah. Inilah yang kami lakukan.
• Ke tiga, kalau kami hanya sibuk dengan aksi-aksi fisik seperti demo, bantuan sosial, atau aktivitas insidental, tapi umat tetap mencintai demokrasi dan menolak syariah, lalu apa gunanya?
Semua itu baik, tapi hanya menambal luka. Penyakit utamanya adalah umat jauh dari Islam kaffah dan tidak paham pentingnya khilafah. Maka dakwah pemikiran yang kami bawa bukan omdo, tapi justru akar dari perubahan hakiki.
• Ke empat, kami tidak diam.
Kami turun ke masyarakat: melalui pengajian, diskusi, seminar, buku, majalah, selebaran, hingga konten online. Semua itu adalah action cerdas yang menyentuh akar persoalan.
Jika hari ini semakin banyak umat yang paham bahwa hukum Allah wajib ditegakkan dan khilafah adalah kewajiban, itulah hasil dari perjuangan nyata yang kami lakukan.
Kalau benar perjuangan ini hanya omdo, mengapa musuh-musuh Islam—terutama Amerika dan sekutunya, PBB dan Israel—begitu ketakutan dan sibuk membungkamnya? Kalau khilafah itu utopis, mengapa mereka terus-menerus menyerangnya seakan-akan ia ancaman nyata?
Kalau tak mungkin ditegakkan, mengapa para penjajah dan para anteknya dari kalangan penguasa di negeri-negeri kaum Muslimin selalu cemas bila umat mulai menyebutnya? Kalau ini semua hanya mimpi, mengapa sejarah mencatat ia pernah eksis selama 13 abad memimpin dunia dengan keadilan dan kemuliaan?
Kesimpulannya; Jangan tertipu dengan narasi “aksi itu harus fisik dan langsung kelihatan.” Berpikir itu juga aksi. Menyadarkan itu aksi yang paling mulia. Nabi pun memulai dakwah dengan pemikiran, bukan dengan pedang. Dan kami hanya sedang mengikuti jalan Nabi.
Wallāhu aʿlam biṣ-ṣawāb. []
Sumber: Ahmad Zen – Jaringan Ulama Ideologis
