
Dilanda Perang 7 Tahun, Lebih dari 360 Ribu Orang Tewas di Suriah
Perang Suriah (ilustrasi). foto: tribunnews
MUSTANIR.COM, Beirut – Lebih dari 360 ribu orang telah tewas di Suriah akibat perang dalam tujuh tahun. Sepertiga dari korban merupakan warga sipil.
Dilansir AFP, Kamis (13/9/2018), The Syrian Observatory for Human Rights mencatat jumlah korban tewas mencapai 364.792 orang. Jumlah ini dihitung sejak protes terhadap Presiden Bashar al-Assad meletus pada Maret 2011.
Jumlah korban menunjukkan peningkatan sekitar 13.000 orang dalam enam bulan terakhir, menurut lembaga berbasis di Inggris ini. Mereka menggunakan sumber data dari pejuang, pejabat, dan staf medis.
Mereka mencatat warga sipil yang jadi terbunuh ada sebanyak 110.687 orang di mana termasuk ada 20.000 anak-anak dan 13.000 perempuan.
Sementara ada lebih dari 124.000 pejuang pro-pemerintah telah tewas. Sekitar setengah dari jumlah tersebut merupakan pasukan rezim dan sisanya bermacam-macam milisi Suriah dan asing yang setia kepada Assad. Di antara mereka ada 1.665 dari gerakan Hizbullah Lebanon.
Observatorium mencatat kematian 64.000 Islamis garis keras dan kombatan, termasuk dari kelompok ISIS dan mantan faksi afiliasi Al-Qaeda.
Lalu ada 64.800 pejuang lain dari pasukan lain, termasuk pemberontak non-jihadis, tentara yang membelot dan faksi Kurdi.
Observatorium mengatakan telah mengkonfirmasi kematian 250 orang lainnya tetapi identitas mereka tidak dapat disebutkan.
Saat ini Assad telah merebut kembali hampir dua pertiga wilayah Suriah dengan bantuan sekutu Rusia dan Iran.
Sedangkan bagian terbesar sisanya adalah wilayah timur laut yang dikontrol Kurdi.
Bagian terbesar dari wilayah yang dikuasai pemberontak yang tersisa terdiri dari Provinsi Idlib dan daerah sekitarnya, tempat sekitar tiga juta orang tinggal.
Pasukan Assad telah berkumpul di sekitar daerah itu selama berminggu-minggu sebelum terjadinya serangan yang dikhawatirkan dunia internasional.
Perserikatan Bangsa-Bangsa, kekuatan dunia, dan kelompok bantuan sama-sama telah memperingatkan serangan penuh terhadap Idlib dapat menciptakan bencana kemanusiaan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pekan ini mendesak rezim Assad untuk mundur dan bagi pihak lainnya untuk menemukan solusi damai. Dia mengatakan Idlib “tidak boleh berubah menjadi pertumpahan darah”.
(detik.com/14/9/18)

Just want to say your article is as amazing. The clarity in your put up is simply cool and that i could suppose you’re an expert on this subject. Well with your permission allow me to seize your RSS feed to stay up to date with drawing close post. Thank you one million and please keep up the gratifying work.
Your blog is an oasis in a world filled with negativity and hate Thank you for providing a safe space for your readers to recharge and refuel
https://wplay.cat/
Se trata de un sitio de apuestas que se rige por los mayores estandares de seguridad y regulacion , proporcionando a los apostadores una experiencia de entretenimiento confiable y totalmente autorizada .
Con una gran diversidad de titulos que abarcan slots , live casino y modalidades de pronostico, el sitio se caracteriza por su compromiso con la transparencia y el entretenimiento con responsabilidad .
You have made some really good points there. I checked on the net to find out more about the issue and found most people will go along with your views on this site.
For most up-to-date information you have to pay a quick visit internet and on internet I found this web site as a best web site for most recent updates.