Akankah Global March to Gaza di Mesir Menjadi Titik Tolak Pembebasan Palestina?

MUSTANIR.net – Pemandangan mengharukan terjadi saat demo besar-besaran dalam Global March to Gaza di Mesir kawasan perbatasan Rafah. Ribuan orang berkumpul —bukan hanya Muslim tetapi ada juga non Muslim— mendesak Mesir untuk membuka perbatasannya dengan Palestina agar mereka bisa masuk untuk membantu dan menyalurkan bantuan di sana.

Bukan semata kegigihan mereka membantu saudara Muslim Palestina yang mengharukan, tetapi juga tangis empati tulus dari seorang pendemo Kristen yang bersimpuh sambil menangis di hadapan tentara keamanan Mesir agar membuka pintu perbatasan.

Dengan terisak dia mengiba, dan salah satu permintaan yang membuat kita tertampar adalah, “Please stand with Islamic brothers and sisters in Palestine.” Tetapi barisan tentara itu berdiri angkuh tak bergeming bagai batu karang.

Demo Global March to Gaza yang dimulai 15 Juni 2025 terus terjadi dan meningkat eskalasinya, dijadwalkan akan ada ratusan ribu bahkan jutaan pendemo dari seluruh dunia akan mendatangi Mesir untuk ikut aksi ini, termasuk perwakilan dari Indonesia.

Seperti yang sudah terjadi sebelumnya, Mesir bukan saja enggan membuka perbatasan tetapi bahkan menangkapi dan mengusir para pendemo. Pendemo Muslim dan non Muslim bersatu padu membantu Palestina agar merdeka tetapi justru penghalang kokoh datang dari Mesir.

Dari sini kita semakin meyakini bahwa awetnya penjajahan Israel di Palestina bukan karena kehebatan tentara Israel, tetapi karena pengkhianatan penguasa Muslim di Mesir, termasuk Yordania.

Padahal jika melihat faktor historis, penaklukan Palestina bermula dari Mesir. Nabi Yusha’ —yang melanjutkan misi Nabi Musa bersama bani Israil yang selamat dari kejaran Firaun di Laut Merah— memasuki tanah yang dijanjikan berangkat dari Mesir.

• Pada tahun 678 M, pasukan Umar bin Khattab membebaskan Baitul Maqdis dari kekuasaan Romawi Timur juga bertolak dari Mesir.

• Pada tahun 1187 M, pasukan Shalahuddin al-Ayyubi menaklukkan Yerusalem, mengkonsolidasi pasukannya dan berangkat dari Mesir.

Jadi poinnya adalah Mesir merupakan kunci, dari sanalah Palestina akan dibebaskan. Bisa jadi Global March to Gaza adalah momen pembuka kesadaran politik global yang berujung pada persatuan umat Islam di bawah khilafah Islamiyyah untuk membebaskan Yerusalem ke sekian kalinya.

Jika pemerintah Sisi tidak jeli melihat fakta politik global —yang tidak terbendung lagi— dan fakta historis tersebut, harusnya dia berdiri bersama jutaan pendemo bukan hanya sekadar membuka pintu perbatasan tetapi juga memimpin pembebasan Palestina.

Semestinya Sisi mengambil momen bersejarah ini untuk berdiri sejajar dengan Umar bin Khattab dan Shalahuddin al-Ayyubi, dengan mengerahkan tentaranya bertempur mengusir Israel dari Palestina.

Karena jika tidak, maka dia akan kehilangan momentum dan digilas oleh sejarah perubahan besar dunia menuju pembebasan Palestina di bawah kepemimpinan khlafah Islamiyyah ala minhajin nubuwwah yang tidak akan lama lagi in sya Allah. Allahu akbar! []

Sumber: Muhammad Ayyubi (Direktur Mufakkirun Siyasiyyun Community)

About Author

Categories