Hadiah Terbesar Untuk Orang Tua

Hadiah Terbesar Untuk Orang Tua

(Oleh: Ustadz Hasan Al Jaizy)

Adalah hafalanmu terhadap al-Qur’an dan pengamalanmu terhadap kandungannya. Jadilah mulia sekalipun asalmu keluar dari tempat yang tidak dimuliakan. Jadilah shaleh sekalipun mungkin masa lalumu banyak tersia-siakan. Semoga Allah al-Karim memuliakan kita dengan taufiq dari-Nya terhadap amalan-amalan mulia, sembunyi maupun tidak, sedih maupun senang.

Rindukan sabda Nabi berikut:

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَتَعَلَّمَهُ وَعَمِلَ بِهِ أُلْبِسَ والداه يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَاجًا مِنْ نُورٍ ضَوْءُهُ مِثْلُ ضَوْءِ الشَّمْسِ، وَيُكْسَى وَالِدَيْهِ حُلَّتَانِ لَا يَقُومُ بِهِمَا الدُّنْيَا فَيَقُولَانِ: بِمَا كُسِينَا؟ فَيُقَالُ: بِأَخْذِ وَلَدِكُمَا الْقُرْآنَ «.»

“Sesiapa yang menghafal al-Quran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Kemudian kedua orang tuanya bertanya, “Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini?” Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan anakmu telah mengamalkan al-Quran.” [H.R. Al-Hakim]

Di zaman salaf dahulu, lafal qira’ah untuk al-Qur’an kerap bukan dimaknai sekadar baca dari teks, melainkan membaca dengan hafalan.

Tidak harus hafal semua. Tapi lakukan semampunya. Rutinkan dan cari teman yang tidak banyak bicara sia-sia. Tiada teman yang sering bicara sia-sia melainkan pastilah ia membuang waktumu dan mengajakmu kepada penyesalan kelak. Cukuplah sering bicara sia-sia menjadi dalil akan buruknya penjagaan pelaku terhadap ayat-ayat Allah dan kurangnya mengamalkan.

Sesungguhnya lidah yang sering basah oleh ayat Allah dan dzikir dengan hati yang juga tersimbah cinta pada-Nya, tak kerap bicara sia-sia dan lekas menyesal akan banyak kalimat kosong yang dituturkan. Kita temukan banyak para huffazh (penghafal) al-Qur’an, sedikit bicara dan menjaga kesia-siaan. Dan selalu saja lidah yang kosong akan ketaqwaan menjadikan banyak hafalan terlupakan.

Jika dirimu bertanya mengapa hafalan kita sering lupa?

Karena kita menyia-nyiakan al-Qur’an.

Jika kalimat Allah saja kerap kita sia-siakan, maka apa perlu heran dengan sia-sianya kalimat sendiri?

Semoga Allah beri taufiq. Selamat muraja’ah atau mulai menghafal. Engkau bisa, karena engkau adalah makhluk yang dimuliakan.

Categories