ISIS Mengakui Jika Mereka Alami Kemunduran

ISIS Mengakui Jika Mereka Alami Kemunduran

Mustanir.com – Organisasi Daulah Islamiyah atau lebih dikenal ISIS mengakui mengalami kemunduran di Suriah, Irak dan Libya. Kemunduran ini menurut mereka merupakan ujian dari Allah untuk orang-orang beriman.

Pengakuan itu dijelaskan dalam rilis video terakhir berjudul “Waliyubliyal Mukminina Minhu Balaan Hasana” beberapa hari lalu, seperti dilansir Arabi21 pada Ahad (28/08/2016). Pernyataan itu mengatakan bahwa kebatilan akan kalah sementara kebenaran akan menang.

Dua anggota ISIS yang bergantian menyampaikan pernyataan itu menukil banyak ayat, hadist dan perkatan ulama salaf yang mendorong bersabar atas ujian. Di balik ujian itu, kata salah satu dari mereka, ada hikmah yaitu kian jelasnya barisan orang-orang munafik.

Kepada rekan-rekannya sesama anggota ISIS atau warga yang tinggal di wilayahnya, ISIS menasihati mereka dengan menyitir pernyataan ulama Ibnu Qayim. Nasihat itu meyakinkan kepada seluruh anggota ISIS dan pendukungnya bahwa memerangi dunia adalah jalan para nabi.

Salah satu anggota ISIS dalam video itu mengatakan kepada rekan-rekannya yang mengalami kemunduran besar di Jarabulus, Suriah, dan tempat-tempat lainnya dengan menyitir sabda Nabi Muhammad, yang artinya “besarnya pahala sepanding dengan besarnya cobaan. Jika Allah mencintai suatu kaum, Dia mengujinya. Jika kaum itu ridha, ia dapar ridha Allah. Barang siapa murka, maka dia mendapat murka Allah”.

“Wahai orang-orang Islam, bersabarlah atas takdir Allah dan jadikan orang-orang bersyukur. Terimalah apa yang telah ditetapkan bagi kalian berupa ujian baik dalam agama, harga dan anak-anak kalian,” kata salah satu dari anggota ISIS menguatkan rekan-rekannya yang mengalami banyak kerugian.

Pernyataan itu juga menyamakan kondisi ISIS saat ini seperti kondisi Rasulullah dan para sahabatnya. “Hari ini sejarah terulang dengan kembalinya pertempuran Ahzab, dengan berbeda-bedanya faksi dan tokoh. Hari demi hari barisan-barisan ini kian jelas sebagaimana jelasnya barisan di hari (perang) Khondak,” katanya.

Menurut mereka, pasukan yang berada di barisan pertama adalah orang-orang mukmin jujur yang bertambahnya ujian bertambah pula keteguhan dan keyakinan. Sementara yang di barisan kedua adalah orang-orang munafik yang kabur karena takut atas kehormatan orang-orang Muslim sementara rumah mereka terbuka untuk musuh.

Di akhir pernyataan, mereka menempatkan diri sebagai kelompok yang dijanjikan dalam hadist Rasulullah. Di mana, mereka nanti akan membebaskan Jazirah Arab, Persia, Roma kemudian memerangi Dajjal dan meraih kemenangan. (kiblatnet/adj)

Komentar Mustanir.com

Sampai saat ini, ISIS masih menjadi target operasi dari Barat di wilayah Syam dan Irak. Kami yakin, meskipun ISIS ini mengalami kemunduran, Barat tidak akan menghabiskan ISIS hingga tak tersisa. Barat akan terus menerus mengulur waktu peperangan. Hal ini dilakukan karena dinilai akan lebih menguntungkan bagi Barat.

Adanya ISIS di Syam dan Irak menjadi alasan kuat anggaran militer Amerika tetap lancar. Ini tentunya menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan senjata Amerika. Kemudian sekaligus menancapkan lebih dalam mengenai opini negatif tentang Islam kepada dunia. Jadi, begitulah strategi busuk Barat dalam peperangan melawan ISIS ini.

Categories