Kapal Perang Rusia Luncurkan Serangan ke ISIS

kapal-perang-rusia

Kapal Perang Rusia Luncurkan Serangan ke ISIS

Mustanir.com – Sebanyak empat kapal perang Rusia di Laut Kaspia, telah meluncurkan 26 roket ke kelompok negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah.

Seperti dilansir Al Jazeera, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan upaya Rusia ini akan disinkronisasikan dengan operasi darat tentara Suriah dan serangan udara Rusia. Menurutnya, ini akan efektif mendukung operasi ofensif tentara Suriah.

“Selain angkatan udara, empat kapal perang dari armada Kaspia telah terlibat,” kata Putin dalam pertemuan dengan Shoigu, pada Rabu (7/10).

Ia menambahkan kapal perang telah melakukan 26 serangan rudal jelajah dan menghantam 11 target.

Putin juga menekankan perlunya kerja sama dengan koalisi pimpinan Amerika Serikat melawan ISIS. Ia mengatakan tanpa kerja sama dari AS, Turki dan Arab Saudi intervensi itu tidak mungkin bekerja.

Pada hari yang sama, tentara dan pasukan pro-rezim Suriah melancarkan operasi darat besar di Provinsi Hama yang didukung pesawat tempur Rusia. (rol/adj)

Empat Kapal Perang Rusia Gempur Oposisi Suriah

Empat kapal perang Angkatan Laut Rusia telah menembakkan 26 rudal yang ditargetkan ke posisi kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah. Menurut keterangan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu,  puluhan rudal tersebut ditembakkan dari Laut Kaspia.

“Empat kapal perang meluncurkan 26 rudal yang diarahkan ke 11 titik target. Menurut data kontrol objektif, semua target hancur. Tidak ada obyek sipil yang mengalami kerusakan, ” kata Shoigu, seperti dilansir RT, Rabu (7/10).

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, telah bekerja sama dengan mitranya untuk merencanakan jalur peluncuran sehingga rudal hanya jatuh di target dan tidak menimbulkan bahaya bagi warga sipil. Rudal meluncur sekitar 1.500 kilometer sebelum mencapai target untuk mengukur efisiensi.

Serangan rudal dilakukan armada Moskow di Laut Kaspia yang berbatasan dengan Rusia, Iran dan tiga negara pantai lainnya. Rudal-rudal tersebut menghantam semua target yang direncanakan. Serangan melibatkan kerja sama dari Iran dan Irak sebagai daerah yang wilayah udaranya dilalui rudal untuk mencapai Suriah.

Rusia mulai melancarkan serangan udara ke kelompok perlawanan Suriah sejak pekan lalu. Adapun penggunaan kapal perang ini merupakan yang pertama kali. Serangan rudal dari kapal perang menunjukkan keseriusan Suriah membantu Presiden Bashar al-Assad menghancurkan oposisi, terutama ISIS dan kelompok Alqaidah. (rol/adj)

Komentar Mustanir.com

Mari meluruskan, yang ditarget Rusia dan koalisi Amerika di konflik Suriah bukan melulu ISIS melainkan seluruh mujahidin termasuk Jabhah Nushrah dan Ahrar Syam bahkan seluruh kaum Muslimin yang melawan rezim Basyar Al Asad.

Hanya saja kampanye perang rata2 mendalihkan ISIS sebagai objek yang diperangi. AS & koalisi berdalih ISIS padahal dalam berbagai front yang ditargetkan seluruh mujahidin kecuali faksi revolusioner pro Demokrasi-Liberal. Sedangkan Rusia berdalih ISIS dan seluruh ‘pemberontak’ yang melawan pemerintahan Al-Asad. Dalam hal ini Rusia lebih jujur meski lebih brutal karena menyasar setiap manusia yang melawan rezim Al-Asad tidak peduli mujahidin atau bukan.

AS & koalisi masih berharap tirani Al-Asad tumbang asalkan penggantinya loyal & patuh pada kepentingan AS. Ideologinya pun Suriah sekular-liberal. Yang mereka sasar adalah seluruh mujahidin dan kaum Muslimin yg mau menegakkan Syariah & Khilafah.

Rusia sekutu setia tirani Al-Asad. Mereka ingin memberangus seluruh revolusioner termasuk mujahidin, bahkan pemberontak yang mengusung demokrasi-liberal pun jadi sasaran.

Categories