Sekularisme Membuat Kewaspadaan Umat terhadap Pemurtadan Semakin Tipis

MUSTANIR.net – Sekularisme adalah pemikiran tentang pemisahan agama dari negara, termasuk kehidupan secara umum. Sekularisme ini lahir dari masa kegelapan Eropa yang ditindas secara zalim oleh para raja ketika itu, di mana mereka selalu menisbatkan peraturan yang memberatkan rakyat kepada Tuhan.

Masa kebangkitan (renaissance) membuat para filosof menggelorakan revolusi yang memisahkan agama dan negara. Sehingga terkenal pemeo: berikan hak raja kepada raja, dan hak tuhan kepada tuhan.

Sejak saat itulah kekuasaan raja dipisahkan dari negara dan berpindah kepada para politisi. Agama teralienasi di pinggir kehidupan yang hanya mengurusi ibadah ritual. Agama menjadi momok yang menakutkan karena dianggap biang diktatorisme.

Lambat laun perhatian masyarakat kepada agama semakin luntur. Naifnya, penyakit sekularisme ini pun menjangkiti umat Islam yang sebenarnya tidak pernah masa kelam sebagaimana Eropa.

Imbas Sekularisme di Dunia Islam

Umat Islam mulai kehilangan ghirah kepada agama. Mereka memandang semua agama sama karena yang berbeda hanya caranya saja.

Bagi sebagian umat Islam, agama hanyalah simbol dan bukan perkara penting. Di Turki, Uzbekistan, dan beberapa negara bekas Uni Soviet, banyak umat Islam namun sedikit sekali yang mengamalkan syariat agamanya.

Di Indonesia, gejala seperti sudah mulai tampak. Kegelisahan umat Islam mulai hilang ketika ajaran ajaran agamanya satu persatu ditinggalkan. Gambaran seperti ini dipaparkan Rasulullah dalam haditsnya.

لتُنْقَضَنَّ عُرَى الإسلامِ عُرْوَةً عُرْوَةً ، فَكلَّما انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ الناسُ بِالَّتِي تَلِيها ، فأولُهُنّ نَقْضًا الحُكْمُ ، و آخِرُهُنَّ الصَّلاةُ

“Simpul Islam akan terurai satu persatu, setiap kali lepas satu simpul maka manusia bergantung pada simpul berikutnya, yang pertama lepas adalah pemerintahan, dan yang terakhir adalah shalat.”

Umat Islam hari ini tidak peduli ketika syariat tidak diterapkan dan khilafah diabaikan karena menganggap itu bukan urusan mereka. Agama tidak ada hubungannya dengan politik, karena yang penting bagi mereka hanya shalat saja. Itu pun semakin hari semakin sedikit orang yang shalat.

Sekularisme membuat umat ini menganggap pemurtadan secara langsung atau tidak menjadi persoalan individual. Setiap orang bebas memilih agamanya karena, bagi sekularis, agama itu sama saja. Miris memang.

Walhasil, sekularisme membuat umat Islam ini sedikit demi sedikit meninggalkan ajaran agamanya tanpa sadar. Wallahu a’lam bi shawab. []

Sumber: Muhammad Ayyubi (Direktur Mufakkirun Siyasiyyun Community)

About Author

Categories