Koalisi Arab Serang Yaman 15 Warga Sipil Tewas

A pilot of the Royal Saudi Air Force waves to ground personnel to take off in his American made F-15 Eagle Fighter Jet on Wednesday, August 15, 1990 at an Air Base in Saudi Arabia. The Saudi Air Force is being augmented by American Air Power as they prepare to defend against the Iraqi military threat. (AP Photo/Scott Applewhite)
Koalisi Arab Serang Yaman 15 Warga Sipil Tewas

Mustanir.com – Sekitar 15 warga sipil Yaman dilaporkan tewas dalam serangan udara koalisi yang dipimpin Arab Saudi di kota Sanaa provinsi Zamar, Rabu (7/10).

Dilansir dari Anadolu Agency, seorang warga setempat bernama Ahmed, menuduh pasukan koalisi menargetkan rumah tiga pasangan yang sedang melakukan upacara pernikahan.

Misil sendiri dikatakan jatuh pada saat calon pengantin pria sampai di sana. Seorang petinggi dari State Hospital Zamar, menjelaskan empat jenazah telah dibawa ke fasilitas medis mereka.

Dikatakan 11 wanita terdiri dari 15 warga sipil yang tewas dalam insiden tersebut, namun, jenazah perempuan tidak diizinkan warga setempat untuk dibawa ke rumah sakit. Pemerintah Yaman dan pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi belum mengomentari insiden tersebut saat ini.

Sementara pada 25 Maret lalu, Arab Saudi dan para sekutu memulai serangan udara yang luas dengan menargetkan posisi Houthi di seluruh negeri. Serangan itu juga disebut muncul untuk menanggapi banding oleh Presiden Yaman, Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi, atas intervensi militer terhadap Houthi.

Houthi sendiri menyebut serangan koalisi Arab-Amerika terhadap Yaman, sebagai tindakan yang tidak beralasan. (rol/adj)

Serangan Udara Koalisi Arab Tewaskan 131 Warga Sipil

Setidaknya 131 orang tewas dan puluhan orang lainnya terluka dalam serangan udara yang menimpa sebuah pesta pernikahan di Yaman.

Menurut surat kabar yang dikelola oleh pemberontak Houthi, serangan udara itu dilancarkan oleh militer koalisi negara-negara Arab di provinsi Taiz, barat daya Yaman, di hari Senin (28/9/2015).

Di antara korban tewas, menurut Sabat, terdapat tiga orang pejabat keamanan Yaman.

Namun ketika dikonfirmasi kepada militer Arab Saudi, kabar tersebut dibantah mereka.

“Kami tidak melancarkan operasi apapun di wilayah tersebut,” ujar juru bicara pasukan koalisi, Brigjen Ahmed Asiri.

Menurut data yang dilansir oleh pemberontak Houthi, selama enam bulan perang yang dilancarkan militer koalisi negara Arab melawan Houthi di Yaman telah menewaskan sedikitnya 4000 warga sipil.

Komentar Mustanir.com

Mari kita sama-sama perhatikan, sejak dimulainya operasi koalisi Arab ini pada bulan Maret, apa yang sudah berhasil dilakukan oleh pasukan koalisi Arab? Menjatuhkan korban sipil. Bukankah pasukan koalisi Arab digunakan untuk menyingkirkan para pemberontak Houthi? Tetapi yang ada sesungguhnya pasukan koalisi bergerak karena ingin menancapkan pengaruhnya lagi atas pemerintahan Yaman.

Karena sebagaimana kita pahami bersama bahwa Yaman pada masa rezim Hadi adalah kepanjangan tangan dari Saudi dan Amerika di Yaman, dan ketika ‘antek’ mereka diturunkan paksa oleh Houthi, mereka berang dan ingin menyingkirkan Houthi. Jadi, apakah perang ini semata atas dasar dorongan aqidah Islam? Jelas bukan. Tapi kepentingan politik murni.

Categories