
Kita Perlu Menaikkan Level Seruan ke Arah yang Lebih Ideologis dan Strategis!
MUSTANIR.net – Netanyahu sudah terang-terangan bersumpah, “Tidak akan ada negara Palestina!” Tegas. Jelas. Tanpa tedeng aling-aling. Jelas, musuh sudah mengibarkan bendera perang total.
Sebaliknya, dunia Islam masih nyaman berlindung di balik bendera nasionalisme, juga negara-bangsa (nation-state) yang justru diciptakan penjajah Barat sejak khilafah Islam dihancurkan 1924.
Maka dari itu, kalau ada seruan agar “negara-negara Arab bersatu melawan Israel”, itu sama saja berharap kerbau-kerbau yang dipisah ke kandang-kandang kecil bisa keluar bareng-bareng dan menanduk singa.
Sulit!
Pasalnya, pagar besi bernama nation-state—produk kolonial itu—telah membelenggu mereka. Fakta sejarah sudah bicara: negeri-negeri Arab dan negeri-negeri Muslim dulu pernah benar-benar bersatu selama ratusan tahun lamanya ketika berada dalam naungan satu institusi pemerintahan Islam global bernama khilafah.
Ketika khilafah diruntuhkan dan tanahnya dicabik-cabik jadi puluhan negara oleh kaum imperialis Barat, saat itulah persatuan itu lenyap. Berganti dengan perseteruan semu atas nama bendera, lagu kebangsaan, dan kursi PBB.
Jadi, kalau Muhammadiyah atau berbagai organisasi Islam lain benar-benar serius ingin persatuan umat sedunia melawan Israel dan sekutu-sekutunya, seruan “negara Arab bersatu” itu harus dinaikkan levelnya menjadi seruan global untuk menegakkan kembali sistem pemerintahan Islam global.
Itulah khilafah Islam. Hanya khilafah yang bisa merobohkan sekat-sekat palsu, menyatukan 2 miliar Muslim dalam satu panji, dan mengembalikan makna “umat yang satu” sebagaimana difirmankan Allah:
إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ
“Sesungguhnya umat kalian ini adalah umat yang satu, dan Aku adalah Rabb kalian, maka sembahlah Aku.” (QS al-Anbiya [21]: 92)
Tanpa khilafah, persatuan Arab hanyalah mimpi siang bolong. Dengan khilafah, persatuan Muslim sedunia bukan utopia, melainkan keniscayaan sebagaimana sejarah panjang Islam telah membuktikan hal itu. []
Sumber: Arief B Iskandar
