
Manhaj Islam adalah Manhaj Persatuan
MUSTANIR.net – Agama Allah itu agama persatuan, maka siapa yang menyerukan selain itu (yakni perselisihan dan perpecahan) dan mengajak untuk memisahkan diri dari kaum muslimin, maka sesungguhnya dia sedang membawa agama baru yang Allah dan Rasul-Nya berlepas diri darinya.
Allah ta’ala berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
“Dan berpegang teguhlah kalian pada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai.” (QS Ali Imran [3]: 103)
Allah ta’ala juga berfirman:
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ.
“Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berselisih yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang, dan bersabarlah. Sungguh Allah beserta orang-orang sabar.” (QS al-Anfal [8]: 46)
Dalam ayat ini salah satu bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah tidak banyak berselisih agar kaum muslimin tidak saling berpecah belah, karena dengan banyak berselisih akan menjadikan hilang kekuatan. Dan dari ayat ini pula dapat disimpulkan bahwa orang orang di luar Islam akan senantiasa berusaha memecah belah kaum muslimin dan mengadu domba di antara mereka agar Islam dan kaum muslimin menjadi lemah.
Allah ta’ala juga berfirman:
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ.
“Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS al-Anfal [8]: 1)
Maksudnya, di antara bentuk ketakwaan seorang hamba adalah dia senantiasa menjaga hubungan baik di antara sesama kaum muslimin. Dan sebagaimana ayat yang sebelumnya bahwa di antara bentuk ketakwaan adalah menjaga hubungan diantara sesama.
Kaum muslimin adalah bersaudara, apa pun warna kulit, suku, adat, dan budaya. Di mana pun dia berafiliasi dan menimba ilmu, maka dia adalah seorang muslim.
Ada pun kesalahan, maka tidak ada seorang pun yang tidak memiliki kesalahan. Selama dia bersyahadat dengan syahadat yang sama dan shalat menghadap kiblat yang sama, maka dia adalah saudara seiman.
Allah ta’ala berfirman:
إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةࣱ فَأَصۡلِحُوا۟ بَیۡنَ أَخَوَیۡكُمۡۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS al-Hujurat [49]: 10)
Bahkan saking dekatnya persaudaraan antara seorang mukmin dengan mukmin yang lain, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam mengibaratkannya seperti satu tubuh yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR Bukhari dan Muslim)
Apakah ketika kita mengalami luka di kaki, kemudian kaki diamputasi agar sakit di kaki hilang? Apakah seperti itu juga kita melakukannya pada anggota tubuh yang lain, seperti tangan bahkan kepala?
Bila demikian pemahaman kita terhadap Islam ini, maka Islam tidak ubahnya seperti mayat yang akan dikerumuni oleh burung-burung bangkai (musuh Islam).
Maka jangan sekali-kali berkhidmat kepada musuh-musuh Islam secara gratis, dengan memecah belah barisan kaum muslimin. Lebih dari itu, orang yang senantiasa memecah belah antara kaum muslimin sesungguhnya dia termasuk bala tentara setan, suka atau atau tidak suka. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda:
إن الشيطان قد ايس أن يعبده المصلون في جزيرة العرب ولكن في التحريش بينهم
“Sesungguhnya setan telah berputus asa untuk disembah di jazirah Arab, tetapi dia tidak berputus asa untuk mengadu domba (memecah belah) di antara mereka.” (HR Muslim)
Inilah manhaj Islam yang benar, yang semua orang berhak untuk menempuh dan berjalan di atasnya. Bukan manhaj yang diada-adakan oleh segelintir manusia, yang menjadikan kaum muslimin berpecah belah dan saling bermusuhan.
Barokallahu fiikum. []
Sumber: Dody Kurniawan
