Mengenal Macam Mafhum Mukhalafah

Mengenal Macam Mafhum Mukhalafah

Definisi Mafhum Mukhalafah

Mafhum al-Mukhâlafah adalah menetapkan kebalikan dari hukum yang disebut (manthuq) lantaran tidak adanya suatu batasan (qayd) yang membatasi berlakunya hukum menurut nashnya.  Mafhum juga disebut dengan dalîl al-khithâb, karena dalilnya diambil dari jenis perintah itu sendiri.

Seperti firman Allah SWT:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ. (الجمعة:9)

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli”. (Al-Jum’ah: 9)

Ayat di atas secara tekstual (mantuq) menerangkan haramnya transaksi jual beli pada saat sudah dikumandangkan shalat jum’at. Dari ayat tersebut pula dapat diambil kefahaman bahwa sebelum dikumandangkan shalat jum’at atau sesudah dilakukanya shalat jum’ah diperbolehkan berjualan. Kefahaman hukum tersebut disebut mafhum mukhalafah. Karena hukum mantuq berbeda denan hukum mafhum.

Macam-macam Mafhum Mukhalafah

1) Mafhum Sifat

yaitu pebunjukan suatu kata yang dibatasi dengan suatu sifat yang berlawanan hukumnya ketika sifat itu sudah berakhir. contohnya:

Sabda Rasulullah SAW tentang unta : “Pada unta yang tidak dicarikan makanan, di setiap lima ekor wajib mengelurkan zakat satu ekor”.

Manthuq (yang disebutkan) oleh hadits itu adalah kewajiban mengeluarkan zakat pada unta yang digembalakan.

Mafhum mukholafah hadits itu adalah bahwa onta yang dicarikan makanan oleh pemiliknnya tidak wajib dikeluarkan zakatnya.

2) Mafhum Syarat

yaitu bahwa penggantungan sesuatu dengan syaratnya mengharuskan keberadaan suatu hukum jika syarat itu ada dan mengharuskan ketiadaan hukum jika syarat itu tidak ada. contohnya:

Firman Allah : إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا  (jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti). (Al Hujurat : 6)

Manthuq ayat ini adalah tidak boleh menerima berita dari orang yang fasik kecuali setelah diadakan penelitian.

Mafhum mukholafah ayat itu adalah bahwa orang yang tidak fasik (adil) dapat kira terima beritanya dengan tanpa penelitian.

3) Mafhum Ghoyah (Batasan, Tujuan)

yaitu suatu penunjukkan kata yang dibatasi dengan suatu batasan tertentu dimana setelah batasan itu hukumnya berbeda dengan sebelumnya. contohnya

Firman Allah : وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ  (dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci). (Al Baqoroh : 222)

Manthuq ayat itu bahwa haram mencampuri istri pada waktu haid

Mafhum ayat itu adalah bahwa boleh mencampuri istri setelah suci dan bersuci.

4) Mafhum ‘Adad (Bilangan)

yaitu penunjukan suatu kata yang dibatasi dengan suatu bilangan dimana selain bilangan itu hukumnya menjadi berbeda denganya. contohnya

Firman Allah : فَاجْلِدُوهُمْ ثَمَانِينَ جَلْدَةً  (maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera). (An Nur : 4)

Mafhum mukhalafah dari ayat ini adalah tidak beleh melakukan cambuk lebih atau kurang dari bilangan ini.

5) Mafhum Al-Hashr

yaitu penetapan dari kebalikan suatu hukum dengan menggunakan lafadz-lafadz al-hashr, seperti lafadz “innamâ, illâ”, dan lain sebagainya. contohnya:

Firman Allah swt. yang berbunyi (انما الله اله واحد) ayat ini seyara manthuq menunjukkan bahwa sifat ketuhanan itu hanya terdapat pada tuhan yang satu yaitu Allah swt. sedangkan dengan mafhum mukhâlafah dapat dipahami, bahwa sifat ketuhanan itu tidak ada pada selain Allah.

 

Categories