
Gaya Meniru Umar bin Khattab tapi Sistemnya Ditolak
MUSTANIR.net – Sebuah video viral, seorang Menteri PMK Zulkifli Hasan memanggul beras di pundaknya dan memberikannya kepada salah satu korban banjir di Sumatera, seraya mengatakan bahwa ini dari sumbangan pribadinya.
Masyarakat langsung mengaitkan dengan peristiwa heroik nan masyhur Sayidina Umar bin Khattab yang memanggul gandum diatas pundaknya untuk membantu janda miskin yang kelaparan. Kisah itu memang inspiratif, sosok Umar Bin Khattab adalah pribadi hebat hingga Michael Hart menempatkan di posisi 60 orang yang paling berpengaruh sepanjang masa.
Sosok khalifah pengganti Rasulullah yang paling lama memerintah hingga kekuasaannya mengalahkan Romawi dan Persia. Beliau juga khalifah yang gagah di hadapan musuh-musuhnya tetapi tetap bersahaja di hadapan rakyatnya. Maka pantaslah banyak pihak kagum dengan kepribadiannya, bukan hanya umat Islam tetapi juga musuh-musuhnya.
Pada momen itulah, Zulkifli Hasan memoles citra dirinya di hadapan rakyat Indonesia, berakting layaknya Umar Bin Khattab, karena berbagai pihak mengaitkan banjir bandang di Sumatra dengan dirinya ketika menjadi Menteri Kehutanan.
Masa Lalu Zulhas
Di era SBY, sebagaimana dikutip dari data resmi KLHK, pemerintah sudah menerbitkan 2.312.603 hektare dari tahun 2004 sampai tahun 2014, di mana Zulkifli Hasan menjabat di tahun 2009-2014.
Organisasi nirlaba Greenomics sempat merilis data, dari jumlah area pelepasan hutan di era dua periode SBY tersebut, sebanyak 1,64 juta hektare dikeluarkan di era Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Pantaslah dia dinyatakan sebagai aktor di balik bencana ekologi di Sumatera.
Paradoks Zulkifli Hasan
Jika memang Zulkifli Hasan ingin meneladani Umar bin Khattab, jangan hanya mengambil satu perkara untuk kepentingan pribadi semata. Semestinya Zulkifli Hasan juga harus mencontoh sistem yang dipakai oleh Umar bin Khattab untuk mengatur negara, yakni khilafah.
Khilafah adalah kepemimpinan umum untuk kaum Muslimin seluruh di dunia yang menerapkan syariat Islam secara kaffah dan meyebarkannya dengan dakwah dan jihad. Dengan khilafah, tidak akan ada pembalakan hutan untuk tambang dan sawit tanpa perencanaan yang matang. []
Sumber: Muhammad Ayyubi (Mufakkirun Siyasiyyun Community)
