Perubahan People Power dan Metode Perubahan dalam Islam

MUSTANIR.net – Sejumlah demo di kota kota besar ricuh dan berujung pembakaran bahkan menyebabkan nyawa melayang.

Di Jakarta, seorang ojol meninggal dilindas rantis aparat, di Makasar pegawai kantor polisi meninggal terjebak di tengah kobaran api, di Surabaya dua belas kendaran terbakar, dan di Jogja kantor polisi terbakar. Belum terhitung korban luka dari aparat atau pendemo.

Kita patut mengapresiasi pendemo yang menuntut keadilan penguasa dengan turun ke jalanan, karena saluran resmi penyampaian pendapat ditutup rapat oleh penguasa. Akan tetapi kemuliaan tujuan tidak lantas menghalalkan segala cara.

Upaya membenturkan penguasa dan rakyat lewat chaos dan kerusuhan adalah metode baku perubahan yang dianut kapitalisme. Ketika negara dalam keadaan bahaya maka pihak oposisi akan mengambil keuntungan dengan menekan pemerintahan untuk mundur dari jabatannya.

Pertanyaan berikutnya, bukankah pemerintah saat ini adalah penganut kapitalisme juga? Lantas, pihak kapitalisme yang mana yang berusaha merebut kekuasaan?

Melihat pola serangan pendemo yang masif dan terkomando, bisa jadi semua itu digerakkan. Paling tidak, ada dua kemungkinan dalang semua itu:

• Pertama, kelompok yang rival dalam pemilu 2024. Bisa karena sakit hati atas kekalahan mereka. Bisa saja kubu lawan Pemilu 2024, akan tetapi melihat gejala kerusuhan yang masif dan terstruktur agaknya kecil kemungkinan mereka yang bertanggung jawab.

• Ke dua, kubu yang pernah meminta tambahan waktu tiga kali jabatan, namun akhirnya gagal karena tertolak undang-undang. Namun kiprah kubu ini tidak berhenti. Terbukti dia menitipkan para pemujanya di jajaran kabinet bahkan sebagai wakil presiden.

Cawe-cawe kubu ini begitu kentara dengan sinyal sinyal politik selama ini. Sejumlah pamen polisi yang sowan ke rumah dia, beberapa menteri dan gubernur yang kerap datang meminta nasihat dia, hingga para oligarki terpergok pernah berkunjung ke kediamannya.

Sinyal-sinyal bahwa demo ini terstruktur dan terencana bisa dilihat simbol-simbol yang terlihat pada sejumlah tempat kerusuhan. Ada 1312 atau ACAB, akronim yang berarti All Cops are Bastards, semacam ungkapan kebencian terhadap pemerintah demi untuk agitasi.

Tuntutan demo yang tidak pernah menyentuh dia, meski semua rakyat tahu bahwa dialah sumber kerusuhan negara selama 10 tahun ini.

Sebulan yang lalu, dia dengan lantang dalam kongres partai gurem bahwa dia bersama partai tersebut akan merebut kekuasaan kembali lewat pemilu 2029. Apakah benar prediksi ini? Waktu yang akan membuktikan. Wallahu a’lam.

Singkatnya, demo penuh kerusuhan adalah metode kapitalisme untuk merebut kekuasaan, ketika oposisi gagal mendapatkannya dengan cara legal lewat pemilu atau UU.

Metode Perubahan dalam Islam

Meski di dalam islam dibolehkan menyampaikan pendapat di muka umum tetapi dilarang untuk melakukan perusakan bahkan pembunuhan.

Penyampaian pendapat dengan damai di jalan tanpa kekerasan disebut masirah, sementara penyampaian pendapat dengan kekerasan dan perusakan disebut muzhaharah.

Masirah ini halal, bahkan bisa menjadi cara yang masif membangun opini tentang kebaikan Islam. Akan tetapi muzhaharah ini haram kerana mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan.

Tetapi meskipun begitu, masirah bukanlah metode baku perubahan dalam Islam, dia hanya uslub atau cara membangun opini kemuliaan Islam.

Ada pun metode bakunya adalah dengan tiga marhalah:

• Pertama, tatsqif atau pengaderan. Dengan ini lahirlah para pejuang dan aktivis ideologis Islam yang akan mengemban dakwah Islam membongkar kerusakan siatem kapitalisme ke tengah tengah umat.

• Ke dua, marhalah tafa’ul ma’al ummah atau berinteraksi dengan umat. Dengan cara menyampaikan keagungan syariat Islam dan menjelaskan kebatilan demokrasi dan kapitalisme. Pada tahap ini bisa digunakan berbagai uslub yang halal dan tidak bercampur dengan keharaman, seperti masirah, ceramah, seminar, diskusi, atau khutbah.

Tahap ini dilakukan masif di seluruh lapisan masyarakat sipil maupun militer, sehingga terbentuklah opini umum kehebatan syariat Islam dan khilafah. Sementara itu pada saat yang sama, mereka mengetahui kebusukan sistem demokrasi dan kapitalisme.

Kesadaran politik yang terbentuk di masyarakat dan dipimpin oleh partai Islam yang ideologis dan ikhlas, sehingga ideologi Islam ini akan menjadi ideologi umat, dan umat menuntut penerapannya.

Dukungan ahlul quwwah dari kalangan militer akan melengkapi kekuatan opini umum ini. Turunnya masyarakat ke jalan tanpa membuat kerusakan, dan dukungan militer akan penerapan syariat Islam, akan menjadi titik pusat perubahan sistem dari kapitalisme kepada Islam.

• Dan level inilah terjadi marhalah ke tiga, yaitu, Istilamul hukmi atau penyerahan kekuasaan kepada partai ideologis pemimpin umat agar membimbing rakyat ke dalam penerapan syariat Islam secara kaffah.

Metode perubahan di dalam Islam ini tanpa kekerasan. Tidak ada rumah atau gedung terbakar, tidak ada orang terluka atau mati dari penguasa lama atau rakyat. Aman dan terkendali.

Wallahu a’lam bi shawab. []

Sumber: Muhammad Ayyubi (Mufakkirun Siyasiyyun Community)

About Author

Categories