Mualaf Center: Lawan Kristenisasi dengan Ukhuwah Islamiyah

MCI-for-web

Mualaf Center: Lawan Kristenisasi dengan Ukhuwah Islamiyah

Mustanir.com – Sekjen Mualaf Center, Hani Kristianto mengaku sedih dengan kondisi ukhuwah Islamiyah yang masih kurang di kalangan umat Islam. Padahal, ukhuwah Islamiyah sangat diperlukan dalam menghadapi makar musuh-musuh Allah.

“Satu-satunya cara menurut saya, untuk melawan Kristenisasi dan musuh-musuh Islam adalah ukhuwah Islamiyah,” katanya dalam diskusi Tragedi Tolikara bersama Jamaah Anshar Syariah di Kantor Majalah Gatra, Jakarta, Selasa (04/08).

Oleh karena itu, jargon persatuan umat menjadi visi utama Mualaf Center. Salah satu upaya mewujudkan itu, Mualaf Center sepakat tidak mengarahkan mualaf binaannya untuk loyal kepada ustadz-ustadz dari lembaganya.

“Kita mengajak semua mualaf hanya kepada dakwah tauhid, kita tidak mengarahkan mereka ke ustadz-ustadz mualaf center,” ungkapnya.

Jadi, kata Hani, tidak perlu heran bila para mualaf binaan lembaganya mempraktekkan beragam aliran pandangan di dalam Islam. “Mualaf ada yang mengikut Habaib, ada yang Salafy, ada juga yang NU,” beber mantan pendeta itu.

Hani menjelaskan, banyak kasus perpindahan agama orang non-Muslim ke dalam Islam yang membutuhkan perhatian umat Islam secara umum. Karena, para mualaf di Indonesia kerap kali mendapatkan intimidasi dan pengucilan dari keluarga mereka.

Baca juga: Kerap Diintimidasi, Pemerintah Harus Lindungi Mualaf dengan Regulasi

Selain itu, para misionaris juga menggunakan pendekatan bantuan kemanusiaan untuk memurtadkan umat Islam yang dalam kondisi lemah dan sulit secara ekonomi. Bila tidak dihadapi dengan ukhuwah Islamiyah, maka tidak sedikit mereka yang murtad.

Di satu sisi, Hani merasa senang adanya fenomena orang-orang kafir menjadi penguasa wilayah-wilayah mayoritas Umat Islam. Karena, umat mau menyingkirkan perbedaan untuk menghadapi pemimpin kafir tersebut.

“Ada hikmahnya, Ahok jadi gubernur kita dapat bersatu,” cetusnya.

Menurut Hani sendiri, ukhuwah Islamiyah di kalangan umat Islam sudah ada. Hanya saja belum tersistem dengan rapih.

“Kita membutuhkan ukhuwah Islamiyah yang tersistem, karena Allah suka kita berjuang dalam barisan yang rapi dan strateginya bagus. Karena saya yakin kita dapat memenangkan Islam, jika mengikuti jejak Rasulullah” tegasnya.

Hani yakin umat Islam dapat bersatu dalam sebuah barisan, karena menurutnya persatuan umat sudah berhasil dicontohkan oleh elemen-elemen umat Islam di Solo ketika menggelar Parade Tauhid dan menyegel gereja liar.

“Para pemimpin Solo sudah membuktikan persatuan umat Islam, tidak ada lagi ribut NU-Muhammadiyah. Masjid dibakar di Tolikara, GIdI di Solo ditutup,” tandasnya. (kiblatnet/adj)

Categories