Nabi Tua yang Allah Anugerahkan Anak

Nabi Tua yang Allah Anugerahkan Anak

Allah berfirman,

قالَ رَبِّ أَنىَّ يَكُونُ لِي غُلامٌ وَقَدْ بَلَغَنِيَ الكِبَرُ وَامْرَأتِي عَاقِرٌ قالَ كَذلِكَ اللهُ يَفْعَلُ ماَ يَشاءُ قالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آيَةً قالَ آيَتُكَ أَلاَّ تُكَلّْمَ النَّاسَ ثَلاثَةَ أيَّامٍ إلاَّ رَمْزًا وَاذْكُرْ رَبَّكَ كَثِيْرًا وَسَبِّحْ بِالعَشِيِّ وَالإِبْكارِ

Zakariya berkata, ‘Ya Rabbi, bagaimana aku bisa punya anak sementara aku sudah tua dan istriku mandul.’ Malaikat menjawab, ‘Demikian Allah melakukan apa yang Dia kehendaki.’ Zakariya berkata, ‘Rabbi, berilah aku tanda.’ Malaikat menjawab, ‘Tandamu adalah kamu tidak bisa berbicara kepada orang-orang selama tiga hari kecuali dengan isyarat, dan sebutlah nama Tuhanmu sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah di petang dan pagi.

Manakala kabar gembira kelahiran anak terbukti bagi Zakariya, dia masih terlilit oleh rasa takjub dengan mempertimbangkan keadaan diri dan istrinya yang dari sisi pertimbangan manusia memang sangat sulit mendapatkan keturunan. Zakariya sudah tua sedangkan istrinya mandul. Seandainya dengan satu saja sudah cukup menyulitkan untuk mendapatkan anak, apalagi dengan keduanya. Di sini malaikat memulangkan urusan kepada Alloh yang kehendakNya sangat besar tidak ada sesuatu yang membuat Allah tidak mampu, karena Dia Mahakuasa melakukan apa yang Dia kehendaki dan Mahakuasa atas segala sesuatu.

Zakariya minta sebuah tanda kepada Allah tentang kehadiran anak tersebut dan Allah memberinya, yaitu kekeluan pada lidahnya sehingga dia tidak bisa berbicara kepada orang-orang padahal dia adalah orang yang sehat dan berbicara, hal ini akan berlangsung selama tiga hari, dalam surat Maryam tiga malam, dan sebagai ganti dari ketidakmampuan berbicara adalah isyarat yang menjadi penyambung komunikasi antara dia dengan orang-orang.

Di saat berbahagia sudah sepatutnya seseorang bersyukur dengan lebih banyak mendekat kepada Allah yang telah memberinya kenikmatan besar ini, karena itu Allah memerintahkan Zakariya agar banyak-banyak mengingat Allah dan selalu bertasbih menyucikanNya di pagi dan petang hari.

Faidah dua ayat

1. Kodrat Allah melahirkan anak dari bapak ibu yang sudah lanjut usia, dan kisah Zakariya ini merupakan mukadimah bagi Isa putra Maryam yang Allah ciptakan tanpa bapak.

2. Satu perkara tidak melulu dengan pertimbangan manusia, seperti Zakariya yang dalam pertimbangan manusia sulit punya anak, tetapi dengan kodrat Allah.

3. Kodrat Allah dengan membuat orang sehat yang bisa berbicara menjadi bisu dalam masa tertentu dan hanya bisa berisyarat.

4. Isyarat orang bisu adalah pembicaraan orang yang tidak bisu.

5. Bersyukur dengan mendekatkan diri kepada Allah. Wallahu a’lam.

Categories