Negara-Negara OKI Prihatin Terhadap Muslim Myanmar

Negara-Negara OKI Prihatin Terhadap Muslim Myanmar

Mustanir.com – Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Kamis (13/10), menyampaikan keprihatinan serius atas pecahnya gelombang kekerasan baru di provinsi Arakan, Myanmar. OKI mendesak segera dilakukan investigasi atas yang terjadi di wilayah mayoritas Muslim itu.

“Kami menyatakan keprihatin yang mendalam atas kembali pecahnya kekerasan di Arakan pasca serangan kelompok yang tidak diketahui identitasnya di dekat perbatasan Sabtu lalu,” kata pernyataan OKI, Kamis.

Pernyataan itu menyerukan investigasi total atas serangan tersebut dan aksi kekerasan yang terjadi di negara mayoritas pengikut Budha itu, untuk menyeret pihak-pihak yang bertanggung jawab ke pengadilan.

OKI juga menyampaikan, pihaknya mendapat informasi terjadinya aksi pembunuhan di luar undang-undang terhadap warga Muslim Rohingya. Pasukan keamanan membakari rumah warga Muslim dan menangkapi para pemuda Muslim di kota Maungdaw, Provinsi Rakhine (Arakan).

Situasi di Arakan saat ini, kata OKI, menyebabkan warga Muslim mengungsi dari kampung-kampung mereka. Terlebih, ditutupnya jalur menuju dan keluar Arakan pasca serangan Sabtu lalu membuat warga menghadapi krisis air, pasokan bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya.

Seperti diberitakan, kekerasan kembali meningkat di Arakan pasca serangan yang menargetkan dua pos polisi di wilayah di dekat perbatasan Bangladesh. Setelah kejadian itu, pemerintah seakan memberlakukan darurat militer di Arakan. Jam malam diberlakukan dan kampanye penangkapan brutal digulirkan.

Provinsi Arakan yang dihuni minoritas Muslim Myanmar beberapa tahun terakhir menjadi saksi bisu aksi pembantaian, pengusiran dan penghancuran rumah warga Muslim oleh pemerintah dan ekstremis Budha. Pemerintah terus mengeluarkan peraturan yang membatasi warga Rohingya melakukan ajaran Islam.

Di desa-desa terpencil, pemerintah dengan dibantu gerombolan ekstremis Budha mengusir warga Rohingya. Mereka dipaksa menaiki kapal kayu dan ditarik ke tengah laut. Setelah mencapai laut lepas, mereka dibiarkan terombang-ambing, tak jelas arahnya. (kiblatnet/adj)

Komentar Mustanir.com

Negara-negara OKI perlu lebih dari sekedar melakukan investigasi, akan tetapi juga harus menyelematkan nyawa dan harta dari muslim Myanmar. Karena ini merupakan sebuah kewajiban dari agama Islam. Tentu kita tidak ingin di Hari Hisab nanti, Allah menanyakan tentang bagaimana pertolongan kita kepada kaum muslimin Myanmar, sedangkan kita tidak dapat menjawabnya.

Jika saja negara-negara OKI mau menjadikan Islam sebagai pemersatu di bidang politik, maka kaum muslimin Myanmar dapat ditolong dengan bantuan kedaulatan politik umat Islam. Inilah mengapa kaum muslimin di seluruh dunia memerlukan satu Khalifah yang kaum muslimin, berperang dan berlindung di belakangnya.

Categories