Pemimpin Ruwaibidhoh; Pelacur Dibunuh, Ahok Usulkan Lagi Lokalisasi Pelacuran.

ahok

Pemimpin Ruwaibidhoh; Pelacur Dibunuh, Ahok Usulkan Lagi Lokalisasi Pelacuran.

Menanggapi terbunuhnya seorang pelacur di Tebet Jakarta baru-baru ini,  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan, salah satu solusi untuk mengurangi kemungkinan adanya prostitusi ilegal adalah sentralisasi. Bahkan rencana tersebut sudah pernah disampaikan beberapa tahun lalu.

“Bikin lokalisasi. Saya dulu ngomong lokalisasi dicerca orang habis. Itu yang saya bilang kalau Anda mau belajar sesuatu itu musti jelas. Ini masalah penegakan hukum,” tegasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/4).

Menurut Ahok, segala tempat berpotensi dijadikan tempat prostitusi ilegal, entah itu hotel mewah maupun apartemen. Untuk itu, lanjut dia, perlu ada sentralisasi agar semakin jelas peruntukannya dan izin yang diberikan.

Hal ini ditanggapi negatif netizen, Eko Prasetyo misalnya berkomentar, “Bikin aja lokalisasi di kandang babi belakang pabrik bir. Tapi di Cina sono. .” (fimadani/adj)

Komentar:

Wajar jika Ahok mengusulkan solusi untuk permasalahan prostitusi dengan lokalisasi, karena memang apa yang dia yakini sejalan dengan Ideologi yang dia pegang, yakni Sekulerisme, dan akan menjadi sangat janggal jika apa yang ia usulkan malah atas pertimbangan aspek agama.

Ahok terkenal sebagai salah satu orang yang memegang teguh prinsip-prinsip demokrasi dan sekulerisme. Setiap kebijakannya pasti tidak akan menjauh dari aspek manfaat. Sebagaimana kasus Miras minggu lalu yang masih dibicarakan sampai saat ini. Tidak di berantasnya miras karena Pemprov DKI memiliki saham pada Perusahaan Distribusi Miras. Dan tidak heran jika sebenarnya Indonesia lebih banyak dipimpin oleh orang yang ber-Ideologi Sekuler, sekalipun dia beragama Islam.

Pemimpin Ruwaibidhoh

Kesemuanya itu jauh sebelumnya telah disinyalir oleh Rasulullah SAW secara detail, seolah Rasulullah hadir dan menyaksikan sendiri. Imam Tirmidzi meriwayatkan hadis dari Sayyidina Ali RA, beliau meriwayatkan dari Nabi SAW, bahwasanya beliau bersabda:

“Jika umatku melakukan lima belas perkara, maka akan turun kepada meraka bencana”.

Imam Tirmidzi menuturkan hadis panjang ini, di antaranya adalah:

“Dan pemimpin sebuah kaum adalah orang yang paling hina diantara mereka”.

Hadis di atas memberikan suatu sinyalemen kepada individu-individu tertentu dari para pemimpin dan tokoh-tokoh kita, seperti yang kita saksikan di akhir-akhir ini, bagaimana karakter pemimpin dan tokoh kita yang sangat ironis. Mereka sering menyerang, dengki, hasud, congkak, berperilaku tolol, fasik, dan sejumlah perilaku buruk yang lain. Oleh karenanya Allah menjatuhkan beraneka ragam musibah dan bencana di negeri ini.

Imam Ahmad, Abu Ya’la dan Imam Thahawi dalam kitab Musykil al-Atsar, begitu juga Imam Thabrani dalam kitab al-Ausath meriwayatkan sebuah hadis yang diceritakan Anas bin Malik dari Rasulullah SAW, beliau bersabda:

“Sesungguhnya saat menjelang hari kiamat nanti akan terjadi beberapa tahun yang penuh dengan tipu daya, di mana seorang pendusta dianggap jujur dan orang jujur dianggap pendusta, orang yang berkhianat dianggap amanah sementara orang yang amanah dianggap khianat, dan pada saat itu orang-orang Ruwaibidhah selalu berkomentar, ditanyakan kepada Rasulullah: “Siapakah Ruwaibidhoh itu wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Yaitu orang fasik yang selalu berkomentar tentang permasalahan-permasalahan umum.”

Orang fasik yang hina tersebut adalah yang disinyalir oleh sebuah hadis di atas yang mana ia selalu berbicara dan berkomentar berbagai permasalahan umum.

Imam Abu Bakar asy-Syafi’i meriwayatkan dalam kitab al-Ghailaniyat sebuah hadis dari Abu Hurairah RA. yang menceritakan dari Rasulullah SAW, beliau bersabda:

“Akan datang pada manusia tahun-tahun yang penuh dengan tipu daya, seorang pembohong dianggap jujur dan orang yang jujur dianggap pembohong, orang yang berkhianat dianggap amanah sedangkan orang yang amanah dianggap berkhianat, dan pada saat itu ar-Ruwaibidhoh selalu berkomentar, telah ditanyakan (kepada Rasulullah) siapakah Ruwaibidhoh itu? Beliau menjawab: yaitu seseorang yang hina yang selalu berkomentar dan berbicara masalah-masalah umum”.

Sungguh benar apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW, tidak ada orang yang lebih hina di atas bumi ini daripada orang-orang yang terjangkit penyakit kehinaan.

Imam Thabrani meriwayatkan dalam kitab al-Ausath sebuah hadis dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda:

“Demi Dzat yang jiwaku ada pada genggamannya, hari kiamat tidak akan terjadi kecuali jika akan tampak perbuatan keji, sifat kikir, orang yang amanah dianggap berkhianat dan orang yang berkhianat dianggap amanah, dan akan binasalah Wu’ul dan akan nampak Tuhut. Shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah WU’UL dan tuhut itu?” Beliau menjawab: “Wu’ul adalah orang-orang terhormat yang selalu menjadi panutan, sedangkan Tuhut adalah orang-orang yang dahulunya hina dan tidak dikenal.”

Sungguh benar apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW. Barang siapa yang memperhatikan hadis di atas, maka akan menemukan kesamaan dengan beberapa pemimpin dan para tokoh yang banyak berkomentar pada setiap permasalahan dan peristiwa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Categories