Rafah Membara, Aktivis Bersuara

MUSTANIR.netPalestina Masalah Agama (Umat Islam)

Tragedi Palestina tak sekadar soal kemanusiaan namun masalah agama, karena:

• Pertama, mayoritas korban genosida Yahudi adalah Muslim. Sementara Mukmin bersaudara (QS al-Hujurat: 10) dan ibarat satu tubuh (HR Bukhari).

• Ke dua, Palestina bagian Syam. Syam tak bisa dipisahkan dari Islam. Pun Syam merupakan negeri para Nabi (HR at-Tirmidzi).

• Ke tiga, terdapat Masjid al-Aqsha sebagai kiblat pertama kaum Muslim, tempat singgah perjalanan Isra Mi’raj, tempat suci ke tiga bagi umat, 1 dari 3 masjid rekomendasi Rasul untuk dikunjungi.

• Ke empat, Palestina adalah tanah air kaum Muslim dan jadi bagian wilayah Islam berabad-abad.

Dua alasan umat terikat Palestina (Yerusalem):

a. Yerusalem bagian negeri Islam (tanah kharajiyah) sejak kekhilafahan Umar bin Khaththab.

b. Kaum Muslim terikat dengan kaum Nasrani Yerusalem untuk melindungi harta, jiwa, ibadah, serta tidak mengizinkan Yahudi tinggal di sini lewat Perjanjian Umariyah.

Akar Masalah Palestina-Israel: Penjajahan!

Tahun 1917 Deklarasi Balfour muncul sebagai restu/dukungan Inggris bagi Yahudi di Eropa untuk bermukim/bertanah air di Palestina.
Tujuannya: mendapat dukungan pengusaha kaya Yahudi dan melemahkan dunia Islam dengan konflik berkepanjangan di Timteng.

Kemudian Theodore Herzl mendatangi Khalifah Sultan Abdul Hamid II. Hendak menyuap 150 juta pounds (Rp 3 triliun) agar dapat tanah Palestina. Sultan menolak karena itu hak milik umat Islam. Selagi beliau hidup, pemisahan Palestina tidak terjadi. Lalu Herzl diusir.

Selama khilafah ada, Palestina aman. Pasca pemerintah Inggris dan Yahudi bekerja sama meruntuhkan Khilafah Utsmaniyah, berbondong-bondong warga Yahudi ke Palestina, merampas tanah, pun membunuhi warganya.

Hingga 14 Mei 1948 berdiri negara Israel yang diakui banyak negara di dunia. Negeri Muslim juga mengakui negara Israel, menjalin hubungan diplomatik dan kerja sama; Mesir, Yordania, UEA, Maroko, Bahrain, Sudan, dan Turki.

PBB Tumpuan Penyelesaian Palestina: Bak Pungguk Merindu Bulan

Lebih dari 30 resolusi DK PBB dikeluarkan tidak mampu menjegal Israel. Ini menunjukkan inferiornya lembaga internasional di hadapan negara kecil laknatullah itu. Mengapa? Israel didukung negara pertama AS dan Eropa negara adidaya; secara politik, ideologi, taktis persenjataan, ekonomi. Mereka adalah penggagas berdirinya PBB yang dulu melegalisasi keberadaan negara Zionis.

Di tubuh PBB, AS, Inggris, Prancis (‘The Big Five’) memiliki hak veto: hak membatalkan keputusan, rancangan peraturan, UU, resolusi. Fakta: hak veto untuk melindungi kepentingan mereka. AS sering memveto resolusi PBB yang dapat membantu Palestina dan merugikan kepentingannya bersama Israel.

Akibat veto AS pada PBB yaitu:

• Pertama, PBB tidak bisa membantu Palestina karena resolusi dimentahkan.

• Ke dua, tidak bisa memberi sanksi pada Israel atas kejahatan serang Palestina.

• Ke tiga, DK PBB sulit membuat keputusan dalam tugasnya menjaga perdamaian keamanan dunia.

Dan meski Resolusi PBB berisi kecaman, tidak otomatis mencabut resolusi dan perjanjian internasional lainnya. Bahkan beberapa melegitimasi penjajahan Israel atas Palestina. Seperti Resolusi 181 yang menyerukan pembagian Palestina menjadi negara Arab dan Yahudi, kota Yerusalem sebagai corpus separatum (entitas terpisah) diperintah oleh rezim internasional khusus. Juga kesepakatan 1993 di bawah arahan negara adidaya. Di mana PLO (Yasser Arafat) dan Israel setujui two-state solution. Ini sama saja mengakui legalitas ‘negara Israel’.

Nasionalisme: Bikin Empati Mati, Koyak Ikatan Akidah dan Ukhuwah

Tragedi Palestina terus terjadi, rakyat seakan berjuang sendiri. Mengapa? Nasionalisme mengoyak ikatan akidah dan ukhuwah Islamiyah. Akibat nasionalisme yaitu:

• Pertama, tiap wilayah bangga dan cukup mengurusi wilayahnya. “Bukan urusanku.”

• Ke dua, penguasa negeri Muslim terhalang mengirim pasukan militer ke Palestina. Hingga lebih memilih mengirim bantuan kemanusiaan serta dana.

Berikut pengkhianatan nyata para penguasa Muslim terhadap Palestina. Karena problem ekonomi, Presiden Mesir (Abdul Fattah as-Sisi menolak pengungsi Palestina. Ia enggan membuka pintu Rafah berdalih akan mencederai perjanjian dengan Yahudi sejak 1979.

Sementara Arab Saudi menolak usul Iran melancarkan embargo minyak ke Yahudi. Normalisasi hubungan terpelihara. Riyadh Season 28/10/23 digelar di tengah krisis Palestina. Ada pun Turki tidak menyatakan putus hubungan dengan Yahudi bahkan serukan two state solution ala AS.

Pun, kerjasama dagang Indonesia-Yahudi terus berjalan. Nilai ekspornya jauh lebih besar dibanding dari Indo ke Palestina. Saat rakyat aktif aksi dan boikot, pemerintahannya justru kerjasama dengan Zionis. Ironis!

Bila AS dan negara-negara Barat tanpa ragu berdiri membela Israel, mengapa penguasa negeri-negeri Muslim enggan mendukung dan meneguhkan pembelaan terhadap Palestina?

Urgensi Persatuan Umat dan Independensi Politik

Untuk menyelesaikan soal Palestina, jelas umat butuh persatuan dan independensi politik hingga mampu mengirim militer. Sementara kaum Muslimin memiliki potensi luar biasa.

Bila bersatu, akan menjadi kekuatan yang tak hanya mampu menghancurkan Yahudi, bahkan juga negara-negara Barat pendukungnya. Berikut potensi umat Islam;

• Pertama, potensi demografi dan militernya. Negara Barat depopulasi. Ada pun Prediksi 2050, jumlah Muslim akan melebihi umat Kristen.

• Ke dua, potensi geopolitik. Negeri Muslim menempati Selat Giblatar, Terusan Suez, Selat Dardanella, dan Bosphorus. Semua itu menghubungkan jalur Laut Hitam ke Mediterania, Selat Hormuz di Teluk, dan Selat Malaka di Asia Tenggara. Ini akan mampu menyetir perdagangan dunia.

• Ke tiga, potensi SDA. Minyak bumi di negeri Muslim melimpah. Realitasnya, Embargo minyak Arab 1973 mampu meluluhlantakkan perekonomian AS.

Jihad dan Khilafah: Solusi Hakiki

“Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian” (QS al-Baqarah: 191).

Jihad di jalan Allah subḥānahu wa taʿālā adalah amalan utama. “Berjaga-jaga satu jam di medan perang fi sabilillah adalah lebih baik daripada menghidupkan Lailatul Qadar di dekat Hajar Aswad” (HR Ibnu Hibban dan al-Baihaqi).

Kaum Muslim khususnya prajurit Muslim, sambutlah panggilan jihad dari Bumi Palestina!

Melibatkan pasukan kaum Muslim dari seluruh dunia untuk membantu mujahidin Palestina memang tidak mudah akibat sekat negara-bangsa buatan penjajah Barat. Maka umat butuh seorang khalifah, pemimpin kaum Muslim sedunia.

“Imam (khalifah) adalah perisai, di belakangnya kaum Muslim berperang dan berlindung” (HR al-Bukhari Muslim).

Khalifah akan menyerukan sekaligus memimpin pasukan kaum Muslim membebaskan tanah Palestina. Pun di mana pun mereka ditindas. Oleh karena itu, penting bagi umat bersungguh-sungguh memperjuangkan kembalinya khilafah ‘ala minhajin nubuwwah.

Peran Umat Islam dan Kontribusi Aktivis Mahasiswa untuk Palestina

Agar kekuatan seimbang, umat dan negeri-negeri Islam harus bersatu dalam satu kekuatan, satu ikatan, dan satu kepemimpinan dalam naungan satu negara (khilafah) Apa yang harus dilakukan?

• Pertama, dakwah untuk menyadarkan pemikiran umat bahwa menjauhkan Islam dari kehidupan membuat terpuruk di segala lini kehidupan.

• Ke dua, mengerahkan daya upaya serta menyuarakan kebenaran bahwa akar masalah Palestina adalah penjajahan Israel dan nestapa umat tanpa khilafah.

• Ke tiga, menyeru kepada penguasa muslim untuk loyal pada Islam dan kaum Muslim, bukan berharap pada solusi semu PBB atau perjanjian internasional yang menghalangi menolong saudara seiman. Jadilah penolong agama Allah subḥānahu wa taʿālā.

Ada pun beberapa hal yang bisa dilakukan oleh aktivis mahasiswa/i sebagai the leader of change adalah:

• Pertama, segera menata mental dan peran. Bergeraklah dengan jiwa.

• Ke dua, membina diri dengan pemahaman Islam kaffah.

• Ke tiga, berkontribusi maksimal dalam perjuangan. Berikan pengorbanan terbaik; ilmu, pikiran, tenaga, harta, jejaring, massa.

• Ke empat, ambil peran dakwah mulai hari ini. Dakwah lisan atau tulisan. Dunia nyata atau dunia maya. Share opini, posting tulisan, aksi damai, boikot produk, bikin forum, dan lain-lain.

Yuk bersatu, bergerak, bebaskan Palestina dari cengkeraman Zionis Yahudi laknatullah! Allahu akbar! []

Sumber: Puspita Satyawati

Ringkasan Materi Forum Group Discussion/FGD Aktivis Mahasiswi DIY, Sabtu, 18/5/2024

About Author

Categories