Rezim Assad Halangi Bantuan Masuk Aleppo

Rezim Assad Halangi Bantuan Masuk Aleppo

Mustanir.com – Rezim Bashar Assad menolak segala bantuan kemanusiaan yang disalurkan ke Aleppo tanpa koordinasi dengannya atau PBB. Pernyataan ini dikeluarkan menyusul pengumuman pemerintahan Turki yang akan menyalurkan bantuan ke Aleppo di fase gencatan gencatan senjata.

“Pemerintah Republik Suriah menolak bantuan dari pihak manapun, khususnya dari pemerintah Turki, tanpa koordinasi dengan kami dan PBB,” kata pernyataan Departemen Luar Negeri Suriah seperti dinukil Reuters dari media resmi pemerintah, Selasa (13/09).

Beberapa jam sebelum pemberlakuan gencatan, Presiden Turki Tayyip Erdogan mengumumkan berencana mengirim bantuan kemanusiaan ke Aleppo. Bantuan ini disalurkan melalui lembaga kemanusiaan Turki yang diakui.

Erdogan menuturkan, Ankara setidaknya akan mengirimkan 30 truk bantuan ke Aleppo. Bantuan ini akan berisi makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lain yang dibutuhkan oleh masyarkat Aleppo.

“Hari ini setelah matahari terbenam, apakah itu melalui PBB atau Bulan Sabit Merah Turki, kami akan mengirim makanan, mainan dan pakaian kepada orang-orang, terutama di Aleppo, melalui koridor yang telah ditentukan,” kata Erdogan dalam sebuah pernyataan.

Dalam konteks ini, setidaknya 73 lembaga bantuan untuk Suriah sebelumnya juga memutus kerja sama dengan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka mengatakan bahwa PBB telah memanipulasi penyaluran bantuan, yaitu menolak bantuan yang akan disalurkan ke wilayah-wilayah oposisi.

Lembaga itu juga menyinggung rezim Damaskus yang memiliki pengaruh signifikan dan substansial terhadap badan-badan kerja PBB. Sehingga bantuan hanya tersalurkan di wilayah-wilayah yang disetujui oleh Rezim.

“Hal ini dimanipulasi oleh Rezim Damaskus dengan kepentingan PBB yang bermain di dalamnya,” kata lembaga melalui surat yang dikirim ke lembaga-lembaga PBB yang mengurusi bantuan untuk Suriah. “Hasilnya, rakyat Suriah semakin menderita,” imbuh mereka.

Gencatan senjata yang dibuat AS dan Rusia resmi berlaku pada Senin malam (12/09) di mayoritas wilayah Suriah. Meski mendapat penolakan dari berbagai faksi pejuang, selama dua hari terakhir mayoritas front pertempuran meredam. (kiblatnet/adj)

Komentar Mustanir.com

Pemerintah Rezim Assad ini sungguh kejam. Mereka membunuhi rakyatnya dengan uang pajak dari rakyatnya. Kemudian tidak puas dengan hasil militernya, rezim Assad memasukkan Rusia dalam ‘pesta’ pembantaian rakyat Suriah yang mayoritasnya adalah kaum muslimin. Bantuan untuk rakyat Suriah yang di bombardir pun tidak diperbolehkan masuk, lantas dimana sesungguhnya tersisa rasa kemanusiaan pada diri Bashar Assad ini?

Categories