Rusia Akan Tetap Berada di Suriah

pesawat-rusia

Rusia Akan Tetap Berada di Suriah

Mustanir.com – Bouthaina Shaaban, penasehat khusus Presiden Suriah Bashar Assad mengatakan bahwa pasukan Rusia masih memungkinkan kembali ke negaranya. Meskipun, sejak Selasa kemarin Rusia resmi menarik sejumlah pasukannya dari Suriah.

“Kebijakan Rusia menarik sebagian dari pasukannya, bukan berarti mereka tak dapat kembali,” ujar Shaaban kepada stasiun televisi Lebanon, al-Mayadeen TV, seperti dikutip Reuters pada Selasa (15/03).

Sudah memasuki bulan ketujuh, Moskow mengintervensi Damaskus. Namun kebijakan Presiden Vladimir Putin telah mengejutkan sejumlah pihak. Pasalnya, pada Senin kemarin, Moskow memutuskan menarik sebagian besar pasukannya dari Suriah.

Sejak bulan lalu, Putin menjamin bahwa Assad tidak akan meninggalkan upaya-upaya diplomatik. Setelah sebelumnya, Putin menyarankan agar Assad lebih fleksibel dalam perundingan damai di Jenewa. Dimana perundingan ini, lebih cenderung membahas apakah Assad harus lengser atau bertahan.

Meski demikian, Shaaban membantah bahwa langkah yang diambil Putin bertujuan untuk menekan Suriah.

“Kebijakan Rusia ini diambil setelah melakukan musyawarah dengan Damaskus. Jika ungkapan bahwa langkah Rusia ini diambil guna menekan Damaskus, itu tidak benar,” timpalnya.

Menurut Shaaban, upaya perdamaian harus didukung oleh seluruh pihak Internasional. Lalu selanjutnya ialah menutup perbatasan. Kemudian Amerika Serikat melakukan kebijakan, dengan menekan Saudi dan Turki untuk menghentikan pasokan senjata ke faksi oposisi di Suriah.

“Bola saat ini digiring oleh Amerika Serikat dan langkah selanjutnya adalah tekanan AS kepada Turki dan Arab Saudi untuk berhenti mendanai teroris dan menghentikan pasokan senjata. Cara ini sangat efektif untuk menutup perbatasan dan menghentikan arus tentara bayaran,” katanya. (kiblat/adj)

Categories