Sebab-sebab yang Mendorong Seseorang untuk Memanfaatkan Waktu

Sebab-sebab yang Mendorong Seseorang untuk Memanfaatkan Waktu

Oleh: Al Ustadz Abdullah Al Jakarty

Wahai kaum Muslimin, berikut sebab-sebab yang dapat mendorong seseorang untuk memanfaatkan waktu.

  • Memahami betapa penting dan berharganya waktu.

Waktu adalah modal utama seorang hamba untuk mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat. Dengan mempergunakan waktu untuk hal yang bermanfaat (beramal saleh), seseorang akan mendapatkan kebaikan dan kedudukan yang tinggi di dunia dan di akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

خَيرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ

“Sebaik-baik manusia ialah yang panjang umurnya dan baik amalnya.” (HR. at-Tirmidzi no. 2330. Beliau berkata, “Hadits hasan.”)

  • Mengetahui dampak jelek dari menyia-nyiakan waktu.

Menyia-nyiakan waktu memiliki banyak dampak jelek bagi orang yang melakukannya. Berkata al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah , “Menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya daripada kematian, karena menyia-nyikan waktu memutuskan perkara dunia dan akhirat Anda.” (Fawa’id hlm. 385)

  • Menyadari bahwa waktu adalah kenikmatan.

Waktu luang adalah kenikmatan yang besar, maka gunakanlah untuk hal yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat. Di mana para remaja dari shaf-shaf shalat berjamaah? Di mana para remaja dari menuntut ilmu syar’i? Di mana pula para remaja dari ibadah-ibadah sunnah?!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

”Ada dua nikmat yang dilalaikan oleh kebanyakan manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. al-Bukhari no. 6412)

Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ…

“Pergunakankanlah lima hal sebelum datangnya lima hal lainnya: masa mudamu sebelum datang masa tuamu ….” (HR. al-Hakim no.7916, dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani)

  • Menyadari bahwa waktu/umur kita ada batas akhirnya di dunia ini.

Kesadaran bahwa umur ada batasnya insya Allah akan mendorong seseorang untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Bahkan, kalau dibandingkan dengan umur umat-umat terdahulu, umur umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam sangatlah pendek.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

أَعْمَارُ أُمَّتِى مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ، وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

“Umur umatku antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun, dan sedikit sekali orang yang melewati umur tersebut.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan al-Hakim, dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam ash-Shahihah no. 757)

  • Menyadari bahwa waktu/umur harus dipertanggungjawabkan.

Kesadaran bahwa umur harus dipertanggungjawabkan akan membuat seseorang berhati-hati dalam menggunakan umur atau waktunya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ

Tidaklah bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya tentang umurnya, untuk apa ia gunakan; tentang ilmunya, apa yang dia perbuat dengannya; tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan ke mana dia keluarkan; dan tentang tubuhnya, untuk apa ia gunakan.” (HR. at-Tirmidzi no. 2417—beliau berkata, “Hadits ini hasan shahih”—dan dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani)

  • Meninggalkan teman-teman yang jelek.

Teman yang jelek berpengaruh jelek terhadap seseorang. Maka dari itu, jauhilah teman-teman yang mengajakmu untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang tidak bermanfaat bagi dunia dan akhiratmu. Bergaullah dengan teman-teman yang saleh yang menggunakan waktunya untuk hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya.

  • Berdoa kepada Allah.

Tidak ada jalan bagi kita agar bisa mempergunakan sisa umur kita untuk hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita selain meminta pertolongan kepada Allah. Allah subhanahu wa ta’ala  berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ

 “Dan Rabb kalian berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagi kalian’.” (al-Mu’min: 60)

Jadi, tidak ada kata “mumpung masih muda” jika kita menghabiskan masa muda untuk bersantai-santai dan bersenang-senang. Akan tetapi, mumpung masih muda, kita gunakan masa yang berharga ini untuk hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita. Wallahu a’lam bish shawab.

Categories