Sebut Pelaku Kelainan Jiwa, Persis Sesalkan Pernyataan Kapolda Jabar

Kapolda Jabar, Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto. foto: sriwijayapos


MUSTANIR.COM, BANDUNG — Ketua Bidang Jamiyah PP Persatuan Islam (Persis) sekaligus penanggung jawab dan koordinator Brigade Persis, Ustaz Ihsan Setiadi Latif menyayangkan pernyataan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto yang menyatakan pelaku penganiayaan kepada Ustaz Prawoto mengidap kelainan jiwa.

“Pernyataan Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto yang dimuat di laman Republika Online yang menyatakan, bahwa pelaku mengidap kelainan jiwa. Itu harus dibuktikan secara ilmiah berdasarkan rekam medik dan tertulis yang dinyatakan oleh dokter,” ujarnya melalui pesan singkat, Jumat (2/2).

Menurutnya, saat ini, Persis sedang menginvestigasi berbagai temuan yang berkembang di lapangan terkait penganiayaan yang dilakukan Asep Maptuh (45 tahun) kepada Ustaz Prawoto di rumahnya, Cigondewah Kidul, Kota Bandung.

Sebelumnya, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, pelaku penganiaya Ustaz HR Prawoto, merupakan pasien rumah sakit (RS) Jiwa. Ustaz Prawoto meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan akibat dianiaya pelaku.

“Pelaku tetangga depan rumah almarhum. Pasien RS Jiwa,” kata dia dalam pesan singkat yang dikirim ke Republika.co.id, Kamis (1/2).

Seperti diberitakan, Komando Brigade PP Persis, Ustaz Prawoto meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat dianiaya seorang pria pada Kamis (2/1) pagi. Kabar itu telah diumumkan Pimpinan Wilayah Persis Jabar dalam laman Facebook mereka.

“Keluarga Besar PW Persis Jabar & Otonom (Peristri, Pemuda, Pemudi, Hima dan Himi), Takziyah atas meninggalnya HR Prawoto, SE, mudah-mudahan Allahuyarham tempatkan di Syurga-Nya. Jenazah akan dimakamkan di Burujul, Kabupaten Bandung. (Bidgar Kominfo PW Persia Jabar),” demikian pernyataan PW Persis di laman Facebook-nya.
(republika.co.id/2/2/18)

Komentar:

Tentu terlihat janggal, mengapa dua kasus yang menimpa ulama pelakunya langsung diklaim kelainan jiwa. Mustinya harus dilakukan check medis terlebih dahulu terhadap kejiwaan pelaku.

Categories