Inilah 5 Poin Paling Penting dari Kesepakatan Turki-Israel

rsz_inilah_5_poin_paling_penting_dari_kesepakatan_turki-israel

Inilah 5 Poin Paling Penting dari Kesepakatan Turki-Israel

Mustanir.com – Perdana Menteri Turki Ben Ali Yildirim mengatakan dari Ankara tentang tahap pertama dari normalisasi hubungan antara Israel dan Turki. Sebagai bagian dari normalisasi adalah pertukaran duta besar antara kedua negara dan penyaluran bantuan ke Jalur Gaza yang terkepung.

Yildirim mengatakan bahwa hari ini, Selasa 28 Juni 2016 akan menyaksikan penandatanganan perjanjian oleh wakil-wakil dari kedua negara, bahwa perjanjian tersebut harus dirujuk ke parlemen Turki dalam tiga hari untuk persetujuan.

Poin-poin yang paling penting dari kesepakatan Turki-Israel, seperti yang diumumkan oleh pejabat Turki, seperti dikutip dari Al-Jazeera, adalah:

  1. Israel berjanji untuk mengganti kerugian yangdiperkirakan mencapai dua puluh juta dolar untuk keluarga korban kapal Mavi Marmara, yang diserang oleh tentara Israel pada tahun 2010.
  2. Penyerahan bantuan ke Jalur Gaza yang terkepung, dalam hal ini kapal pertama akan dikirim membawa sepuluh ton bantuan kemanusiaan ke pelabuhan Ashdod pada Jumat sebagai konsekuensi Perjanjian.
  3. Penyelesaian proyek Perumahan Yayasan Turki di Gaza.
  4. Mempercepat pembentukan zona industri di daerah Jenin.
  5. Mengaktifkan kedutaan besar dan menunjuk duta besar kedua negara.

Berdasarkan perjanjian tersebut, normalisasi hubungan meliputi semua bidang. Sebaliknya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menekankan dari Roma bahwa “blokade laut” dari Gaza akan tetap, dan mengatakan bahwa bantuan kemanusiaan dapat mencapai Gaza melalui pelabuhan Israel.

Bila perjanjian itu disepakati, maka berakhir pula sengketa enam tahun setelah serangan terhadap kapal Mavi Marmara, yang terjadi pada 31 Mei 2010. Serangan itu adalah peristiwa yang paling penting yang telah melemahkan hubungan antara kedua negara. Pasukan Israel menyerang Freedom Flotilla, yang membawa bantuan kemanusiaan untuk mematahkan pengepungan di Gaza.

Serangan yang terjadi di perairan internasional itu menewaskan sembilan aktivis Turki di atas kapal Mavi Marmara, juga lainnya meninggal dunia di Turki akibat luka berat.

Sejak peristiwa itu Turki telah menarik duta besarnya dari Tel Aviv, Israel. Ankara menuntut permintaan maaf atas serangan itu segera, dan membayar kompensasi kepada keluarga korban, dan mengangkat pengepungan di Gaza. Karena Israel tidak kunjung mengambil langkah-langkah ke arah tiga tuntutan itu, Turki menurunkan hubungan dengan Israel ke tingkat minimum, dan mengurangi perwakilan diplomatik dengan tingkat Kuasa Usaha, dan menghentikan semua perjanjian militer. (kiblat/adj)

Mustanir.com

Sekali lagi, Turki bukanlah negara yang punya kepentingan membela umat Islam karena dorongan akidah Islam, tapi lebih kepada dorongan kemanusiaan belaka. Apa yang Turki lakukan untuk Palestina adalah karena kemanusiaan, bukan karena kaum muslimin Palestina adalah saudara bagi Turki.

Maka sangat wajar jika pada akhirnya, Turki dan Israel (pembantai warga Palestina) memiliki hubungan erat dalam bilateral. Pembela kaum muslimin hanyalah akan ada jika kaum muslimin bersatu-padu untuk menerapkan Syariah dalam naungan Khilafah.

Categories