Seputar Ujian Nasional Online SMA-SMK 2015

ujian-nasional-online

Seputar Ujian Nasional Online SMA-SMK 2015

Jaringan Bermasalah, Siswa SMK 3 Jayapura Belum Laksanakan UN

Ujian Nasional (UN) tingat sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan (SMA-SMK) di SMK 3 Kotaraja, Jayapura, hari ini Senin (13/4) mengalami masalah. Ujian yang rencananya mulai jam 7.30 WIT, belum dimulai hingga pukul 8.50 WIT. Hal ini karena sistem online dan komputer bermasalah.

“Ini belum mulai karena loading dan jaringan yang jelek,” Angel Bertha Sinaga kepada Suara Pembaruan, Senin (13/4) pagi.

UN di SMK ini ternyata dibagi dalam tiga bagian, karena komputer yang tersedia hanya ada 120 unit. Angel juga mengungkap dalam UN kali ini di SMK 3 Kotaraja ada 11 orang siswa yang mengundurkan diri, sementara keseluruhan peserta UN berjumlah 420 orang.

Sebanyak 23.390 pelajar di Papua siap mengikuti ujian nasional (UN) yang dijadwalkan berlangsung 13 hingga 16 April 2015. Dari data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua tercatat jumlah peserta ujian untuk tingkat sederajat dikuti sebanyak 16.734 peserta dan 6.656 peserta. Sementara, untuk pelaksaan UN sekolah luar biasa (SLB) di Papua, ada lima sekolah yang ikut UN.

“Saat ini tercatat lima sekolah SLB tingkat SMA yang akan ikut UN, yakni di kabupaten dan kota Jayapura, serta Biak,” kata Kepala Dinas Pendidikan Papua Elias Wonda pada Suara Pembaruan, Senin (13/4) pagi. (beritasatu/adj)

Antisipasi CBT Bermasalah, Pemerintah Siapkan Soal Cetak Cadangan

Pemerintah telah menyediakan soal cadangan bagi peserta Ujian Nasional (UN) Computer Based Test (CBT) 2015. Soal cadangan itu berupa soal cetak yang hanya boleh digunakan saat pelaksanaan UN CBT mengalami kondisi darurat.

Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar, Nur Hidayat, mengatakan soal UN sudah didatangkan ke Kabupaten Karanganyar, Sabtu (11/4/2015) pagi. Bukan hanya naskah soal untuk pelaksanaan UN Paper Based Test (PBT) yang didatangkan, namun termasuk soal cetak cadangan bagi peserta UN CBT.

“Soal cadangan yang bentuknya cetak itu digunakan kalau CBT ada gangguan. Entah berupa gangguan sistemnya atau yang lain,” kata dia saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Sabtu.

Nur menjelaskan saat ini ada tiga sekolah yang siap melaksanakan UN CBT. Ketiganya adalah SMKN 1 Karanganyar dengan 459 peserta, SMKN 2 Karanganyar dengan 454 peserta, dan SMKN Jumantono dengan 236 peserta. Menurutnya persiapan pelaksanaan UN CBT di ketiga sekolah tersebut sudah dilakukan dengan matang. Namun tidak menutup kemungkinan munculnya persoalan non teknis yang dapat mengganggu jalannya UN CBT.

“Entah itu listrik madam, atau kendala lainnya. Jika muncul masalah, pelaksanaan ujian dapat dilakukan dengan PBT. Naskah soal diambil dari naskah cadangan yang telah disediakan,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Disdikpora Karanganyar, Agus Hariyanto, mengatakan pada Sabtu pukul 04.20 WIB, naskah soal sudah tiba di kantor Disdikpora Karanganyar. “Diantar petugas dari provinsi. Naskah diangkut dengan kendaraan [truk] PT Pos,” kata dia saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Sabtu.

Dia mengatakan, saat tiba di Karanganyar, naskah soal masih dalam kondisi tersegel. Selanjutnya naskah soal UN disimpan di Aula Kantor Disdikpora hingga proses pendistribusian ke masing-masing sekolah penyelenggara UN. “Senin langsung distribusi ke sekolah. Maka hari ini sekaligus dilakukan pemilahan untuk masing-masing sekolah. Selain naskah soal UN utama, juga terdapat naskah soal UN susulan,” kata dia.

Penerimaan naskah soal dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah kepada Disdikpora Karanganyar disaksikan dan diamankan oleh satuan kepolisian. Kapolsek Karanganyar, AKP Joko Waluyono, mengatakan pengamanan kedatangan naskah soal tersebut melibatkan Polres Karanganyar dan Polsek Karanganyar.

“Tadi pagi saat soal ini datang juga didampingi oleh petugas kepolisian. Selama penyimpanan naskah di kantor Disdikpora, kami juga dilibatkan,” kata dia saat ditemui Espos di Kantor Disdikpora, Sabtu. (solopos/adj)

Categories