Setoran Negara Turun, Pajak Tak Bisa Penuhi Target

Setoran Negara Turun, Pajak Tak Bisa Penuhi Target

Mustanir.com – Realisasi pendapatan negara dalam empat bulan pertama tahun ini masih jauh dari ekspektasi. Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara (DJBN) Kementerian Keuangan mencatat jumlah uang yang masuk ke kas negara sejak awal tahun ini hingga 29 April 2016 baru sebesar Rp386,5 triliun atau 21,2 persen dari target pendapatan negara dan hibah yang dipatok Rp1.822,5 triliun di APBN 2016. Angka tersebut turun 9,86 persen dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu Rp428,8 triliun (24,3 persen dari target Rp1.761,6 triliun).

Anjloknya setoran pajak pada empat bulan pertama tahun ini membuat target penerimaan negara menjauh dari realita. Berdasarkan jenisnya, pajak penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPN) berkontribusi paling signifikan terhadap berkurangnya sumbangan sektor pajak ke pundi-pundi negara.

Jumlah PPh yang berhasil dikumpulkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) hingga 29 April 2016 tercatat sebesar Rp186 triliun, turun 8,5 persen dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu Rp194,5 triliun. Penurunan terbesar terjadi pada PPh non-migas, yakni dari Rp181,7 triliun menjadi Rp173,9 triliun. Sementara untuk PPh migas turun dari Rp12,8 triliun menjadi Rp12 triliun.

Sementara setoran PPN anjlok 9,55 persen, setelah hanya berhasil terkumpul Rp101,4 triliun. Secara kumulatif pencapaian PPN baru 17,7 persen dari target setahun Rp571,7 triliun.

Untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tercatat naik, dari Rp400 miliar pada April tahun lalu menjadi Rp500 miliar. Namun secara persentase, sumbangannya baru 2,6 persen terhadap target tahun ini Rp19,4 triliun.

Kenaikan juga terjadi pada jenis pajak lainnya, yang telah terkumpul sebesar Rp2 triliun per April 2016. Sedangkan pada April tahun lalu pos penerimaan pajak lainnya baru membukukan nilai Rp1,6 triliun.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) juga tampaknya kesulitan untuk mengimbangi kinerja tahun lalu. Cukai merupakan pos penerimaan DJBC yang paling terpukul. Realisasi penerimaan cukai per 29 April 2016 tercatat sebesar Rp19,2 triliun, anjlok 45 persen jika dibandingkan perolehan April tahun lalu yang mencapai Rp34,9 triliun.

Sementara bea masuk sedikit terbantu oleh aktivitas impor yang sedikit mulai sedikit mulai meningkat. Setoran bea masuk hingga bulan keempat tercatat sebesar 10,7 triliun, naik dibandingkan dengan realiasi April tahun lalu yang sebesar Rp10,1 triliun.

Namun, bea keluar belum menujukkan pemulihan seiring dengan perlambatan ekspor. Realiasasi bea keluar tercatat baru Rp700 miliar, turun dibandingkan dengan realisasi empat bulan pertama 2014 yang sebesar Rp1 triliun.

PNBP Menukik

Pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga mengalami penurunan setoran sebesar 11 persen, setelah hanya berhasil menyumbang Rp65,8 triliun ke kas negara. PNBP Migas maupun non migas sama-sama menukik tajam, masing-masing minus 45,6 persen dan negatif 35,5 persen.

Sementara hibah dari lembaga donor sejauh ini masih sama sumbangannya dengan tahun lalu, yakni baru Rp200 miliar. Untuk hibah, targetnya turun pad atahun ini menjadi Rp2 triliun dari tahun sebelumnya Rp3,3 triliun.

Sejak awal pemerintah memang sudah pesimistis target penerimaan di APBN 2016 bisa tercapai. Karenanya guna mendongkrak setoran pajak, pemerintah merencanakan kebijakan pengampunan pidana pajak (tax amnesty) dengan harapan bisa menambah setoran pajak sekitar Rp165 triliun pada tahun ini.  (ags/gen)

Categories