
Simpul Islam Pertama dan Terakhir Hilang: Khilafah dan Sholat
MUSTANIR.net – Seabad terakhir umat umat Islam benar-benar kalah total dari musuh-musuhnya pada segala front: militer, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan tentu saja politik. Yakni setelah konspirasi dan persekongkolan para kafir Eropa penjajah dipimpin Inggris berhasil dan sukses menghancurkan negara Islam khilafah Utsmaniyah. Saat itulah umat Islam kehilangan pemimpin dan pelindungnya. Bagaikan anak ayam tanpa induknya menjadi santapan lezat bagi predator.
Tanpa khilafah, umat Islam kehilangan basis keislamannya. Serangan berikutnya ditujukan oleh penjajah untuk menghancurkan keislaman umat Islam. Menghancurkan aqidah dan umat Islam. Hingga umat Islam meski masih mengaku Muslim tapi aqidahnya dan amalnya tak lagi terikat dengan Islam.
Serangan demi serangan dalam proyek global untuk mengikis sedikit demi sedikit identitas keislaman umat Islam pun berhasil. Dalam seratus tahun terakhir tampak dengan jelas bahwa generasi umat Islam yang baru lebih lemah identitas Islamnya dibanding generasi sebelumnya.
Tidak terbayang, bukan?
Lihatlah setelah seratus tahun serangan penjajah melalui sistem kufur nation state menghasilkan generasi baru Muslim yang tidak hanya rusak aqidahnya namun juga memusuhi agamanya sendiri. Dengan ideologi sekuler yang mereka anut maka generasi muda Muslim itu anti penerapan syariat Islam. Yang tentu saja anti khilafah. Bahkan membela sistem kufur nation state mati-matian. Juga membela semua hal yang menyimpang dan melemahkan Islam. Misalnya mereka dengan alasan kebebasan membela perilaku pergaulan bebas, seks bebas, bahkan LGBT.
Simpul-simpul Islam dipereteli satu demi satu. Diawali oleh simpul terkuat yakni kekuasaan Islam khilafah pada tahun 1924. Kemudian berikutnya adalah simpul-simpul aqidah dan syariat yang lain. Dan terakhir adalah sholat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لتُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ، عُرْوَةً عُرْوَةً، فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ، تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيهَا، وَأَوَّلُهُنّ نَقْضًا الْحُكْمُ، وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ. (رواه احمد)
“Sungguh simpul-simpul Islam akan terlepas satu persatu. Setiap kali satu simpul terlepas, manusia akan bergantungan pada simpul berikutnya, dan simpul yang pertama lepas adalah al-hukm (pemerintahan) dan yang terakhir adalah sholat.” (Diriwayatkan oleh Ahmad)
Diriwayatkan dalam kitab Musnad Ahmad di Baqi Musnad Anshor (21655); Shohih Ibnu Hibban (6715), al-Mustadrok ‘ala Shohihain al-Haakim (Juz 4, hlm. 92).
Lepasnya simpul Islam yakni kekuasaan sudah terjadi seabad lalu pada saat runtuhnya khilafah Utsmaniyah di Istanbul pada tahun 1924 Masehi karena persekongkolan jahat Inggris penjajah dan Mustafa Kamal. Sementara hari ini kita saksikan banyak umat Islam yang sudah meninggalkan sholat. Bahkan banyak Muslim yang dari lahir sudah Islam sampai mati tak pernah sholat.
Apa yang dikabarkan Baginda Nabi Muhammad ﷺ sudah terjadi. Bukan berarti kita berdiam diri saja. Menganggap hal ini sudah takdir sehingga kita terima saja. Sebab di sisi lain kita tetap diwajibkan menegakkan khilafah dan juga menegakkan sholat.
Artinya kita tetap wajib berjuang menegakkan khilafah sebagai kewajiban dalam syariat Islam. Juga tetap wajib menegakkan sholat sebagian kewajiban dalam syariat Islam. Bahkan Baginda Nabi Muhammad ﷺ pun telah mengabarkan kepada kita bahwa khilafah ala minhajin nubuwwah ke dua pasti akan kembali tegak sebagaimana dahulu.
Maka menjadi tugas kita adalah menjemput kemenangan kembali umat Islam, yakni dengan tegaknya khilafah ala minhajin nubuwwah ke dua dengan berjuang serius menegakkan untuk mengembalikan simpul Islam yang hilang.
Selamat berjuang, Sobat. Ngaji, yuk! []
Sumber: Abu Zaid
