Suara Adzan Melanggar Hukum di Negara Ini

toa-masjid

Suara Adzan Melanggar Hukum di Negara Ini

Mustanir.com – PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa suara Adzan melanggar hukum di dalam negeri Israel karena menyebabkan “kebisingan yang tak tertahankan.”

Selama pertemuan dengan partai Likud di Knesset, Netanyahu menyatakan bahwa “kota-kota Arab harus mematuhi hukum negara dan memenuhi kewajiban mereka terhadap negara dan masyarakat.”

Hal itu termasuk, Netanyahu melanjutkan, menahan diri untuk tidak berpoligami, yang dilakukan oleh Muslim-Arab, menghentikan kebisingan yang disebabkan oleh Adzan, yang disuarakan lima kali sehari oleh masjid-masjid Muslim-Arab, dan menghentikan pembangunan tanpa izin.

“Saya tidak siap untuk menerima dua negara di Israel, negara hukum untuk sebagian besar warganya dan negara dalam negara untuk sebagian dari mereka, di kantong-kantong di mana tidak ada penegakan hukum.”

Tidak ada teks agama yang membolehkan orang terganggu oleh pengeras suara, menurut klaimnya.

Dia juga menunjuk agar menghentikan poligami di kota-kota Arab, dengan mengklaim bahwa “organisasi hak-hak perempuan tetap diam atas hal ini.”[]

Komentar Mustanir.com

Sampai kapanpun, sebagaimana disampaikan dalam Quran oleh Allah ta’ala, orang-0rang Nasrani dan Yahudi tidak akan ridho kepada umat Islam sampai umat Islam mengikuti gaya hidup mereka (lihat Quran Suran Al Baqoroh ayat 120).

Salah satu bentuk ketidak-ridhoan mereka adalah dengan upaya-upaya seperti diatas. Melarang adanya syiar Islam berupa adzan, atau jilbab, atau lainnya. Padahal mereka yang melarang syiar Islam juga termasuk orang yang menyerukan perdamaian, hak asasi, kebebasan dsb. Inilah hipokrisitas dari mereka. Islam memang tidak punya tempat dalam sistem hidup demokrasi-liberal, maka dari itu seharusnya umat Islam sadar, umat Islam harus membangun habitat baru yang ideal bagi kehidupan umat Islam dan terselenggaranya kehidupan Islam.

Categories