Surat Kabar Maariv Sebut Uni Emirat Arab Beli Senjata dari Israel

Jet tempur angkatan bersenjata Uni Emirat Arab, 1 April 2015, lepas landas dari sebuah pangkalan angkatan udara sebelum serangan terhadap pemberontak Syiah Houthi di Yaman. foto: kompas


MUSTANIR.COM, TEL AVIV — Uni Emirat Arab dilaporkan membeli senjata dan pesawat tak berawak atau drone dari Israel.

Laporan tersebut termuat dalam surat kabar Israel, Maariv, seperti dilansir dari Middle East Monitor, Senin (5/2/2018).

Surat kabar tersebut menerbitkan informasi yang diungkap oleh majalah Perancis, Intelligence Online. Perusahaan senjata Israel, Aeronautics and Albeit, memasok senjata ke Uni Emirat Arab.

Pesawat tak berawak buatan Israel juga dikirim ke Mesir dan kepala jenderal tentara nasional Libya, Khalifa Haftar, di mana keduanya didukung oleh Uni Emirat Arab (UEA).

UEA juga telah menggunakan sistem pertahanan dari Israel untuk melindungi lapangan minyak, setelah militernya menyerang Libya untuk mendukung pasukan Haftar.

Maariv menemukan salah satu pendiri perusahaan Aeronautics, Avi Leumi, sebagai pengusaha Israel yang paling kuat di UEA.

Selain itu, mantan komandan Angkatan Udara Israel, Eitan Ben Eliyahu, membantu Leumi untuk melakukan kesepakatan dengan UEA.

Hubungan antara Israel dan UEA telah menguat sejak dibukanya Badan Energi Terbarukan Internasional di Abu Dhabi pada 2015.

Sebelumnya, pemerintah Norwegia telah resmi menghentikan pengiriman persenjataan dan amunisi ke UEA. Keputusan itu diambil lantaran khawatir senjata dan amunisi yang mereka kirim akan digunakan dalam peperangan di Yaman.

“Perkembangan konflik bersenjata di Yaman pada akhir 2017 telah menjadi semakin serius, sehingga muncul kekhawatiran akan adanya situasi kemanusiaan,” kata Menteri Luar Negeri Norwegia dalam sebuah pernyataan, awal Januari lalu.

Meski belum terbukti yang menunjukkan senjata asal Norwegia telah digunakan dalam peperangan di Yaman, upaya pencegahan perlu dilakukan demi menghilangkan risiko tersebut.

UEA merupakan bagian dari koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi. Sementara koalisi tersebut telah terlibat dalam pertempuran di Yaman sejak 2015.

Perang di Yaman antara koalisi Arab melawan kelompok Houthi yang didukung Iran dan menguasai sebagian besar wilayah utara negara itu, termasuk ibu kota Sanaa.
(kompas.com/6/2/18)

Categories