Syiah Houthi, Siapa Sebenarnya Mereka?

Syiah-Houthi-Aljazeera-640x423

Syiah Houthi, Siapa Sebenarnya Mereka?

Arab Saudi dan koalisi negara-negara Teluk melancarkan serangan untuk menggempur pemberontak Syiah Houthi di Yaman. Tidak main-main, Arab Saudi mengerahkan 100 pesawat tempur dan 150 ribu pasukan. Sedangkan Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Qatar, Jordania, Maroko dan Sudan masing-masing mengerahkan 30, 15, 15, 15, 1, 6, 6, dan 3 pesawat tempur.

Siapa sebenarnya Syiah Houthi dan bagaimana kekuatannya sehingga dikerahkan begitu banyak pasukan untuk menggempurnya?

Syiah Houthi adalah kelompok militan Syiah Zaidi yang beroperasi di Yaman. Syiah Zaidi merupakan salah satu cabang dari Syiah Imamiyah Iran. Meskipun bukan mayoritas, Syiah Zaidi pernah berkuasa di Yaman hingga tahun 1962.

Dari data Aljazeera, syiah Houthi pertama kali melancarkan pemberontakan pada tahun 2004 di Saada. Mereka beralasan, tujuan pemberontakan waktu itu adalah mengakhiri marginalisasi politik dan ekonomi di Yaman Utara. Namun disinyalir, tujuan utama pemberontakan mereka adalah untuk mengembalikan kekuatan Syiah yang pernah memerintah Yaman selama hampir 1000 tahun.

Dalam propagandanya, Syiah Houthi mengklaim berjuang agar semua warga Yaman memperoleh haknya. Mereka mengatakan, penduduk Yaman baik di Utara maupun Selatan sedang ditindas oleh penguasa sekuler.

Syiah Houthi berpartisipasi dalam pemberontakan pada tahun 2011. Itulah momentum paling menguntungkan bagi Syiah Houthi. Mereka yang minoritas bisa bergabung dengan arus utama rakyat Yaman dalam menggulingkan Presiden Ali Abdullah Saleh dan kemudian memperoleh penerimaan politik di Yaman. Tapi mereka segera memisahkan diri dari sisa kekuatan politik yang menggulingkan Presiden Ali Abdullah Saleh. Mereka kembali melakukan aksi militer dan dalam enam bulan terakhir telah menguasai San’aa dan sejumlah wilayah Yaman.

Kekuatan Syiah Houthi meningkat drastis sejak Oktober 2013. Reporter Aljazeera mencatat, tiba-tiba mereka memiliki senjata-senjata baru yang jauh lebih canggih dari sebelumnya. Mereka mampu mengalahkan dan mengusir ribuan orang non-Syiah di kota Dammaj. Pada bulan Januari 2014, militan Houthi melakukan serangan lebih jauh ke selatan dan berhasil mengalahkan salah satu formasi suku utama, Federasi Hashid, sebelum mencapai Arhab, dan suku lain yang hanya tinggal berjarak 50km dari San’aa.

Apakah senjata-senjata itu dari Iran? Mungkin saja. Sebab peran Iran juga terlihat dalam menghadapi Arab Saudi dan koalisi Teluk ini. Iran telah memperingatkan mereka menghentikan serangan atas Syiah Houthi di Yaman, meskipun Syiah Houthi sendiri mengklaim tidak akan meminta bantuan Iran. [Ibnu K/bersamadakwah]

SUMBER

Categories