Syubhat Menyesatkan dari Buku Fret Hariyanto

Syubhat Menyesatkan dari Buku Fret Hariyanto

Mustanir.com – Dalam sebuah tulisannya FRET HARIYANTO yang dengan judul MISTERI DIBALIK KEJADIAN NABI ‘ISA AS. Penulis Banyak menggunakan Ayat Al-Qur’an dalam membenarkan dan mendukug pendapat pribadinya dalam tulisan ini, dalam tulisan ini banyak jumpai pertentangan dalam tulisan ini dan tidak sedikit juga sang penulis menafsirkan ayat dengan pandangan pribadi tanpa ada sandaran namun hanya berdasarkan pemikiran pribadi penulis, dan dalam tulisan ini juga demi untuk membenarkan pendapat pribadi sang penulis juga banyak meyerang para ulama bahkan para ulama terdahulu diserang dan disilahkan oleh penulis karena pendapat pribadi penulis tidak cocok dengan pandangan ulama sungguh ini salah satu sikap yang sangat berani oleh penulis sebagaimana dalam salah satu tulisannya:
fret1

Selain meyudutkan para ulama penulis juga dengan sanggat berani dalam mengupas ayat-ayat Al Qur’an disetiap pembahasan yang disajikan dalam setiap pembahasan yang disajikan penulis yang sarat dengan pendapat pribadi penulis, kenapa kami menyatakan demikian karena kalau kita lihat dari refrensi penulis praktis penluis tidak menggunakan sumber dan referensi yang terpercaya dalam Islam, bahkan penulis juga banyak bersumber dari Internet sebagaimana data referensi yang ditunjukkan penulis dalam sumber rujukan dalam tulisannya:

Kalau kita lihat dari sumber rujukan yang ada maka kita akan meragukan keredibilitas hasil tulisan dari Fret Hariyanto ini, kerena kalau kita baca tulisan yang ada sebagian besar isi tulisan ini adalah Ayat Al Qur’an dan tafsiran pribadi dari penulis bahkan kita tidak bisa menemukan Hadits, bahkan pendapat ulama keculai setidaknnya satu kali yaitu ulama Hasan Al-Basri dan itu tanpa ada sumber yang jelas.

fret2

Jikalau kita telaah lagi lebih dalam tulisan ini maka kita akan semakin banyak menemukan kerancuan dan kontradiktif dari tulisan karya Fret ini, dengan pemahaman islam bahkan dengan Hadits Shahih yang ada tentu ini sangat bertentangan khusus dalam membahas tentang penciptaan Nabi Adam As, Hawa, dan Nabi Isa As. Bahkan ada beberapa kata tak senonoh diselipkan demi untuk mendukung hipotesa pribadi penulis dalam menfsirkan Al Qur’an agar sesuai dengan apa yang di inginkan oleh penulis.

Dari metode yang digunakan penulis tentu adalah cara yang baru bahkan tidak bisa diterima dalam islam dimana dalam islam untuk menafsirkan Ayat yang ada tentu tidak bisa hanya berdasarkan ayat itu saja tampa ada hadits atau pendapat para sahabat mengenai ayat atau pendapat ulama, namun dalam tulisannya penuls menabrak kaidah itu semua, bahkan penulis hanya mengunakan pendapat pribadi dan terjemahan Ayat saja tentu ini tidak bisa diterima dalam khazanah keilmuan Islam.
Kalau kita membaca karya Fret ini sampai selesai maka dapat kita simpulkan sepertinya penulis ini banyak mengunakan logika mantiq dalam menterjemahkan ayat untuk membenarkan pendapatnya, hingga penulis tidak mengunakan dalil yang umum dalam Islam melainkan hanya pendapat pribadi penulis semata.

Penulis boleh saja berpendapat dan menganggap dirinya mampu dan pantas unutk menfsirkan Ayat yang ada dengan mengunakan logika dan akal pribadi sebagaimana pandangan kaum relativisme yang menganggap siapa saja bisa dan boleh menafsir Ayat yang ada dalam Qur’an Karena tidak ada larangan didalamnya, dan perlu dicatat semua orang boleh menafsirkan Qur’an namun tidak semua tafsiran itu diterima dalam Islam kecuali hanya orang yang meiliki kemampuan dan diakui semata yang akan dianggap dan diterima tafsirannya.

Status seorang mufasir dalam islam itu bukenlah sembarangan orag melainkan orang yang memiliki disiplin ilmu dan perangkat pendukung sehingga bisa diterima pendapatnya, jangankan kita membicarakan Al Qur’an yang suci kita bicara saja dalam menfsirkan UU atau kasus pendapat pribadi Gotik tentang bebek nungging sebagai lambang pancasila, walapun itu pendapat pribadi belau dan setiap orang boleh manfsirkan tentu pendapat yang demikian tidak bisa diterima bahkan ini dianggap bentuk penghinaan, UU dan pancasila yang buatan manusia saja dianggap demikian apa lagi kasus Fret ini dalam menafsirkan Qur’an yang suci tentu ini juga bentuk dari penginaan dan pelecehan dari Fret kepada Allah SWT, para Nabi dan Rasul-Nya, bahkan para ulama dalam tuliannya ini, maka kami sarankan Penulis untuk menarik semua tulisan dari Penulis ini karena ini menyesatkan dan meresahkan Kaum Muslimin. (mustanir/adj)

Categories